Ungasan, baliwakenews.com
Bertepatan dengan Rahina Anggarkasih Medangsia, Selasa (4/5), Desa Adat Ungasan menggelar acara pemelaspasan sekaligus serah terima aset dan peresmian Panggung Budaya Praharsacitta sebagi salah satu ikon baru Pantai Melasti , Kuta Selatan. Dalam peresmian tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat mulai dari Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Majelis Desa Adat Kabupaten Badung sejumlah Bendesa adat di Kuta Selatan , Anggota DPRD Dapil Kuta Selatan serta Komisaris serta Direksi, PT Tebing Mas Estate. Panggung Budaya yang bernilai puluhan miliar dengan ikon angsa bercinta tersebut diresmikan langsung oleh Bendesa Adat Ungasan, I Wayan Disel Astawa didampingi oleh pihak pember hibah panggung budaya tersebut yakni PT Tebing Mas Estate.
Bendesa Adat Ungasan, Wayan Disel Astawa mengatakan, tagline Pantai Melasti adalah Pantai yang sangat mempesona, pihaknya berterimakasih, atas pemikiran sejumlah tokoh di Desa Ungasan untuk memuwujudkan Pantai Melasti ini serta terwujudnya panggung budaya Praharsacitta ini yang nanti diserah terimakan oleh PT Tebing Mas Estate Ke Desa Adat Ungasan. “Pagi hari kita sudah melaksanakan piodalan di Pura Segara yang ada dikawasan Pantai Melasti ini dan setelah itu kita melakukan pemelaspasan, pecaruan Rsi Gna dan Manca Kelud Panggung budaya Praharsacitta dengan di-puput oleh tiga sulinggih. Tujuan awal dari pembangunan DTW Pantai Melasti ini adalah tuntunan serta doa dari para pengelingsir Desa Adat Ungasan.,”ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, rancangan Pantai Melasti ini sudah mulai pada tahun 2000 dan hari ini adalah rai bersejarah serta dihadiri pula oleh Majelis Agung Desa Adat Provinsi Bali serta dari dinas Pamajuan Provinsi Bali. “Gagasan dibangunanya DTW Pantai Melasti ini tidak semata-mata sebagai tujuan wisata, tapi juga kegiatan spiritual yakni pemelastian di Pura Segara yang disung-sung oleh masyarakat Desa Adat Ungasan. Pada tahun 2010 lalu baru mulai dilakukan penataan dengan melalui upacara pengeruakan seiring waktu berjalan kita lakukan secara bertahap dengan dibantu sejumlah pengusaha yang mau ikut terlibat dalam penataan di Pantai Melasti ini,”terangnya.
Selain panggung budaya Praharsacitta, Pantai Melasti juga memiliki Ikon burung angsa yang sedang bercinta. Ikon burung angsa ini melambangkan purusa dan pradana, mereka bisa hidup di darat dan di air atau Nyegara Gunung. “Kami menggunakan nama Melasti ini karena pantai ini banyak digunakan untuk upacara melasti. Setelah itu melaksanakan kegiatan Pakelem dengan bebek atau angsa sehingga ikon Pantai Melasti adalah angsa. Angsa juga merupakan kendaraan Betara Iswara yang berada posisi ditimur dengan warna putih. Terkait penggunaan panggung budaya Praharsacitta kita persilahkan siapa saja bisa menggunakan dari pemeintah hingga seka teruna sehingga panggung ini bisa memberikan asas manfaat bagi banyak orang tidak hanya sebagai pajangan di objek daya tarik wisata Pantai Melasti karena kita ingin go internasional,”paparnya.
Sementara Direktur PT Tebing Mas Estate, Made Suka Lama mengatakan, pihaknya menyerahkan hibah panggung budaya ini ada history sebelum ia menjadi direksi , sebelumnya aset dari PT Tebing Mas Estate sebagian milik dari due dari Desa Adat Ungasan. “Setelah berkoordinasi dengan manajmen serta bendesa adat , pihak Desa Adat menyodorkan master plan untuk penataan Pantai Melasti ini dan saya juga seorang pelaku pariwisata merasa terkejut dengan apa yang akan dirancang untuk menata pantai ini. serta mengapresiasi profesionalisme Bendesa Adat Ungasan untuk mewujudkan kawasan Pantai Melasti ini menjadi Pantai yang mempunyai marketnya sendiri dan bertaraf internasional. Konsep pariwisata yang berkwalitas benar-benar diwujudkan oleh pihak Desa Adat Ungasan dan sangat layak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara,”ujarnya. BWN-05
































