Dari Goa Naga ke Pura Anggulayang, Gunung Lesung Simpan Jejak Mistis Bali Kuno

Iklan Home Page

Buleleng, baliwakenews.com – Gunung Lesung yang terletak di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, menyimpan sejarah geologi dan nilai spiritual yang tinggi bagi masyarakat Bali Utara. Gunung tidak aktif ini memiliki ketinggian sekitar 1.885 meter di atas permukaan laut dan dikenal luas karena keberadaan sejumlah pura suci, termasuk Pura Puncak Anggulayang yang dipercaya sebagai tempat pemujaan roh-roh leluhur dan dewa pelindung.

Menurut sumber budaya setempat, nama “Lesung” diambil dari bentuk kawah di puncaknya yang menyerupai lesung, alat tradisional menumbuk padi. Bentuk kawah ini diyakini sebagai peninggalan aktivitas vulkanik purba yang turut membentuk tiga danau besar di sekitarnya: Tamblingan, Buyan, dan Beratan.

Baca Juga:  Hari Pertama IBTK Besakih 2026 Lancar, Koster Soroti Detail Fasilitas hingga Kebersihan Kawasan

“Secara spiritual, kawasan ini sangat disakralkan. Di atas gunung terdapat Pura Anggulayang dan Pura Naga Loka. Banyak warga datang untuk sembahyang memohon keselamatan,” kata salah satu tokoh adat Desa Munduk.

Gunung Lesung juga dipercaya sebagai tempat bersemayamnya roh naga. Di sekitar kawah, terdapat goa yang dikenal dengan nama Lubang Naga Loka, yang dalam legenda masyarakat disebut sebagai pintu menuju alam gaib. Salah satu kepercayaan menyebutkan, persembahan berupa bebek putih yang dilepas di kawah tersebut akan muncul kembali di Pantai Labuhan Aji, sekitar 18 kilometer dari kaki gunung.

Baca Juga:  Menyelami Sakralitas yang Terjaga Kabut dan Doa di Pura Luhur Pucak Adeng

Di lereng gunung, berdiri pula Pura Dalem Tamblingan yang diperkirakan berasal dari abad ke-10. Pura ini merupakan bagian dari sistem keagamaan kuno yang menyatu dengan sistem irigasi subak dan pelestarian hutan.

Selain sebagai situs spiritual, Gunung Lesung juga menjadi tujuan wisata pendakian dan ekowisata. Jalur utama pendakian umumnya dimulai dari Danau Tamblingan dengan waktu tempuh sekitar lima hingga enam jam menuju puncak.

“Kami minta pendaki tetap menjaga sopan santun dan kebersihan karena kawasan ini bukan hanya objek wisata, tapi juga tempat suci,” ujarnya.

Baca Juga:  Ketua SMSI Bali Sesalkan Pengeroyokan Wartawan, Minta Polisi Segera Tuntaskan

Pihak desa adat dan pengelola wisata menyatakan telah memperketat pengawasan terhadap pengunjung agar tidak melanggar norma kesucian di kawasan tersebut. Pendakian ke puncak juga diwajibkan untuk melalui pemandu lokal.

Gunung Lesung hingga kini masih menjadi bagian dari sistem keyakinan dan keseimbangan alam masyarakat Bali, tempat mistis yang dipercaya menjaga keharmonisan antara manusia dan semesta. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR