Dari Goa Naga ke Pura Anggulayang, Gunung Lesung Simpan Jejak Mistis Bali Kuno

Iklan Home Page

Buleleng, baliwakenews.com – Gunung Lesung yang terletak di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, menyimpan sejarah geologi dan nilai spiritual yang tinggi bagi masyarakat Bali Utara. Gunung tidak aktif ini memiliki ketinggian sekitar 1.885 meter di atas permukaan laut dan dikenal luas karena keberadaan sejumlah pura suci, termasuk Pura Puncak Anggulayang yang dipercaya sebagai tempat pemujaan roh-roh leluhur dan dewa pelindung.

Menurut sumber budaya setempat, nama “Lesung” diambil dari bentuk kawah di puncaknya yang menyerupai lesung, alat tradisional menumbuk padi. Bentuk kawah ini diyakini sebagai peninggalan aktivitas vulkanik purba yang turut membentuk tiga danau besar di sekitarnya: Tamblingan, Buyan, dan Beratan.

Baca Juga:  Melukat di Beji Pura Batu Meringgit Dipercaya Bisa Sembuhkan Penyakit Sekala dan Niskala

“Secara spiritual, kawasan ini sangat disakralkan. Di atas gunung terdapat Pura Anggulayang dan Pura Naga Loka. Banyak warga datang untuk sembahyang memohon keselamatan,” kata salah satu tokoh adat Desa Munduk.

Gunung Lesung juga dipercaya sebagai tempat bersemayamnya roh naga. Di sekitar kawah, terdapat goa yang dikenal dengan nama Lubang Naga Loka, yang dalam legenda masyarakat disebut sebagai pintu menuju alam gaib. Salah satu kepercayaan menyebutkan, persembahan berupa bebek putih yang dilepas di kawah tersebut akan muncul kembali di Pantai Labuhan Aji, sekitar 18 kilometer dari kaki gunung.

Baca Juga:  Rangkaian Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur Laksanakan Bakti Pangodal Ida Bhatara

Di lereng gunung, berdiri pula Pura Dalem Tamblingan yang diperkirakan berasal dari abad ke-10. Pura ini merupakan bagian dari sistem keagamaan kuno yang menyatu dengan sistem irigasi subak dan pelestarian hutan.

Selain sebagai situs spiritual, Gunung Lesung juga menjadi tujuan wisata pendakian dan ekowisata. Jalur utama pendakian umumnya dimulai dari Danau Tamblingan dengan waktu tempuh sekitar lima hingga enam jam menuju puncak.

“Kami minta pendaki tetap menjaga sopan santun dan kebersihan karena kawasan ini bukan hanya objek wisata, tapi juga tempat suci,” ujarnya.

Baca Juga:  Dari Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Adhi Mahendra Putra Ajak Masyarakat Tanamkan Moral Pancasila

Pihak desa adat dan pengelola wisata menyatakan telah memperketat pengawasan terhadap pengunjung agar tidak melanggar norma kesucian di kawasan tersebut. Pendakian ke puncak juga diwajibkan untuk melalui pemandu lokal.

Gunung Lesung hingga kini masih menjadi bagian dari sistem keyakinan dan keseimbangan alam masyarakat Bali, tempat mistis yang dipercaya menjaga keharmonisan antara manusia dan semesta. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR