Denpasar, baliwakenews.com
Petinju PON Bali yang tampil di PON Papua lalu, Julio Bria mengakui kesalahannya setelah curhatannya kepada salah satu media mendadak viral di media sosial. Julio yang difasilitasi Pengprov Pertina Bali menyatakan jika apa yang ia sampaikan itu diluar kendalinya.
“Ekspetasi saya akan bonus nyatanya beda. Saya dalam kondisi emosi dan akhirnya berbicara kepada salah satu media. Dan saya akui saya salah, dan apa yang saya sampaikan itu tidak harus saya lakukan,” ujar Julio Bria saat menyampaikan klarifikasinya di Sekretariat Pengprov Pertina Bali di Denpasar, Rabu (9/2).
Lanjutnya, ia mengakui jika apa yang ia sampaikan tidak terlebih dulu dikordinasikan dengan pengurus Pengprov Pertina Bali, pada khususnya Ketua Umum Made Muliawan Arya atau De Gadjah.
Selain itu, ia juga mengakui terkait asupan gizi, vitamin dan lainnya yang ia sebutkan tak pernah ia dapatkan selama persiapan PON, juga di klarifikasinya. “Itu tidak benar juga. Selama delapan bulan, pengurus Pertina Bali total mensuport kami para petinju, baik itu makanan, vitamin dan kebutuhan lainnya,” tegas Julio.
Sementara Ketua Umum Pengprov Pertina Bali, Made Muliawan Arya menyampaikan bahwasannya awalnya ia tidak tahu menahu terkait viralnya berita di media sosial itu. Kemudian setelah tahu, ia langsung menghubungi Julio dan menanyakan maksud pernyataannya tersebut. “Saya tidak tahu soal bonus itu, bahkan saat ramai itu saya sedang ada upacara melaspas di rumah,” ujar Muliawan Arya atau De Gadjah ini.
Lanjutnya, ia berharap Julio Bria maupun petinju lainnya agar pengalaman ini dijadikan pembelajaran ke depannya. “Jika ada persoalan, seharusnya dikoordinasikan dulu dengan pengurus Pertina, nanti biar pengurus yang menanganinya. Selama ini pengurus Pertina Bali dan juga Pak Gubernur Bali sudah sangat mendukung perkembangan olahraga di Bali termasuk dunia tinju Bali,” tegas De Gadjah. BWN-06































