Nusa Dua, baliwakenews.com
Penataan pesisir Pantai Nusa Dua yang gerus abrasi parah terus berlanjut. Selain menata pasir di sepanjang bibir pantai, pihak ITDC atau The Nusa Dua juga akan memperbaiki pedestrian atau jalan setapak yang juga sempat hancur tergerus abrasi. Selain itu untuk mencegah abrasi bersulang, juga akan dikaji konsep yang tepat untuk menangkal ombak ganas di perairan ini. Hal itu diungkapkan General Manager The Nusa Dua, IGN Ardita.
Ardita tidak memungkiri adanya abrasi memang memungkinkan dapat terjadi kembali di kawasan ini. Karenanya pihaknya akan kembali melaksanakan analisa dan kajian, dengan mengandeng konsultan yang ahli di bidang ini. “Pada titik area tertentu nantinya kemungkinan akan dibuatkan growin seperti yang dilaksanakan sebelumnya disisi utara. Sebab hal itu dirasa cukup bagus untuk menangkal abrasi dan area tersebut cukup banyak tumbuh pasir,” ungkapnya.
Konsep ini sebagai antisipasi jangka panjang, jika abrasi kembali melanda pantai Nusa Dua. “Ada analisa sementara untuk penambahan growin. Hal itu menyikapi adanya pasir yang cenderung lebih banyak dari titik depan Hitel Grand hyat ke selatan. Mungkin itu karena pengaruh pergerakan dan lokasi di selagan antar pulau,” jelasnya.
Selain itu alternatif kedua yakni dengan membuat alur air pantai atau semacam loloan di antara Pulau Nusa Dharma dengan Pulau Peninsula. Dia juga mengungkapkan saat ini sedang dilakukan penataan pasir di pesisir Pantai Selagan Nusa tersebut. Karena sebelumnya tergerus abrasi dan kini sedang dikembalikan seperti awal. Dari informasi yang didapatnya, progres penataan sudah mencapai 70 persen. “Penataan yang dilakukan dengan mengembalikan kondisi pantai seperti semula,” imbuhnya.
Selain itu penggunaan “geobag” seperti dulu yang dilakukan saat perhelatan IMF World Bank sudah tidak digunakan lagi. Sebab penataan dengan “geobag merupakan langkah jangka pendek pihaknya dalam menangani abrasi yang terjadi ketika itu. Sebab meski sudah dipasangi “geobag” ternyata kawasan tersebut kembali tergerus abrasi. “Dulu kita tangani abrasi itu dengan geobag. Tapi karena di sana kembali mengalami abrasi, maka kami dengan BWS Bali Penida dan PUPR kembali melaksanaka penataan,” aku Ardita sembari menambahkan sebenarnya abrasi yang melanda kawasan area Pantai Selagan Nusa sudah terjadi di tahun 2020. Oleh karena saat itu terjadi Covid-19, pengamanan belum bisa dilaksnakan dan baru dilaksanakan tahun 2023 ini. BWN-04
































