Buruh Proyek Tewas Ditebas Rekan Sendiri di Selemadeg Timur

Iklan Home Page
Di sebuah bedeng sederhana milik PT Aditya Karya Mandiri (AKM), suasana Minggu malam yang awalnya penuh tawa berubah menjadi tragedi yang menyisakan jejak darah. Para buruh yang setiap hari bekerja di proyek bangunan itu tak menyangka pesta arak yang mereka gelar akan berakhir dengan kematian salah satu rekan mereka sendiri, Giarto (24).
Malam itu, empat pekerja—Amin, Ifan, Budi, dan Giarto—patungan membeli sembako dan dua botol arak Bali. Hanya Ifan yang tak ikut menenggak minuman itu. Setelah dua botol tandas, Giarto membeli satu botol tambahan dari uangnya sendiri. Di sinilah suasana mulai bergeser. Mabuk berat, Giarto menantang Amin untuk berkelahi. Amin menolak, meminta maaf, dan memilih menjauh.
Tak lama kemudian, Giarto menghilang ke bedeng lain. Ketika ia kembali, sebuah sabit sudah digenggam di tangannya. Amin yang melihat lebih dulu langsung melarikan diri. Ifan dan Budi tak tahu bahaya sedang mendekat.
Sekitar pukul 23.00 Wita, Giarto muncul kembali di area minum. Tanpa kata apa pun, ia langsung membacok Ifan yang sedang bermain ponsel. Tebasan itu mengenai telapak kaki kanan. Ifan menjerit dan mendorong Giarto. Budi spontan mencoba melerai, namun justru terkena sabetan di kepala. Dalam kondisi terluka dan panik, Budi berhasil merebut sabit itu—dan seketika membacok Giarto berkali-kali hingga tubuh rekannya itu ambruk tak bergerak.
Amin yang kembali ke lokasi melihat Giarto sudah terkapar. Emosinya meledak; ia mengambil balok kayu dan memukul dagu Giarto sekali, lalu berlari meninggalkan lokasi.
Setelah kejadian, para buruh terpencar. Amin kabur ke arah gerbang, Budi melarikan diri ke belakang bedeng, sementara Ifan berusaha menghentikan pendarahan di kakinya. Laporan warga membuat polisi segera bergerak. Tak butuh waktu lama bagi Unit Reskrim Polsek Selemadeg Timur untuk menangkap Amin dan Budi tanpa perlawanan.
Kapolsek Selemadeg Timur AKP I Dewa Made Pramantara mengatakan penyidik kini mendalami bagaimana alkohol, provokasi, dan tindakan spontan berubah menjadi pembunuhan. Sabit, balok kayu, dan pakaian para buruh telah diamankan sebagai barang bukti.
Peristiwa itu menjadi pengingat pahit tentang rapuhnya pengawasan di lokasi proyek, terutama di malam hari ketika minuman keras dengan mudah mengubah pertemanan menjadi pertumpahan darah. Polisi memastikan kasus ini terus diusut hingga tuntas. BWN-01
Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM Badung Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR