Kuta, baliwakenews.com
Masyarakat Bali diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai risiko genangan, banjir, serta gangguan aktivitas akibat hujan lebat dan angin kencang masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Forecaster on Duty BMKG Wilayah III, Eka Putra Wirawan, mengatakan kondisi atmosfer di wilayah Bali saat ini masih mendukung terbentuknya awan hujan secara intens. Selain masih berada pada puncak musim hujan, terdapat pola belokan angin (shearline) di sekitar Bali yang menyebabkan penumpukan massa udara dan memicu hujan dengan intensitas tinggi.
“Situasi ini membuat hujan bisa terjadi cukup merata dan dengan intensitas yang signifikan. Karena itu masyarakat perlu lebih waspada terhadap potensi dampak lanjutan seperti banjir, pohon tumbang, dan gangguan lalu lintas,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Data Stasiun Meteorologi I Gusti Ngurah Rai menunjukkan curah hujan dalam 24 jam terakhir, sejak 7 Januari pukul 08.00 Wita hingga 8 Januari pukul 08.00 Wita, mencapai 90,6 milimeter yang masuk kategori hujan lebat. Kondisi ini dinilai cukup untuk memicu genangan di kawasan perkotaan serta wilayah dengan sistem drainase yang kurang optimal.
BMKG memprakirakan pola hujan masih akan bervariasi antarwilayah. Untuk Bali bagian selatan, hujan berpotensi turun sejak dini hari hingga siang, sementara wilayah barat, tengah, utara, dan timur diperkirakan mengalami hujan pada siang hingga malam hari.
Tak hanya di daratan, aktivitas masyarakat pesisir dan pelayaran juga diminta meningkatkan kewaspadaan. BMKG mencatat potensi gelombang laut hingga 2 meter masih berpeluang terjadi di perairan selatan Bali, disertai potensi angin kencang yang dapat membahayakan aktivitas laut dan pesisir.
BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca terkini, membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing, serta menghindari aktivitas di area rawan banjir dan pesisir saat cuaca memburuk. Warga di daerah rawan juga diminta menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba. BWN-04


































