Berharap Pariwisata Segera Pulih Desa Adat Tanjung Benoa kembali Bagikan Daging ke Krama

Iklan Home Page

Tanjung Benoa, baliwakenews.com

Pandemi covid-19 yang sudah berlangsung setahun lebih telah memporak-porandakan ekonomi masyarakat di kawasan pariwisata. Seperti halnya di Tanjung Benoa, Kutsel yang hampir semua warganya mengandalkan dari wisata bahari. Untuk membantu krama agar bisa bertahan di tengah krisis ini berbagai upaya dilakukan Desa Adat setempat. Salah satunya meringankan beban dengan kembali memberikan bantuan daging dan uang lauk ke krama dalam merayakan Hari Galungan dan Kuningan kali ini.

Pembagian bantuan 1 ekor ayam dan uang tunai Rp 50 ribu dilaksanakan di masing-masing banjar Senin (12/4) dengan menerapkan protokol kesehatan. Bendesa Adat Tanjung Benoa I Made Wijaya, SE. ditemui di sela-sela kegiatan mengatakan, pembagian daging saat Galungan memang rutin dilakukan pihaknya semenjak dipercaya “ngayah” sebagai prajuru. Untuk Galungan 6 bulan alu yang dibagikan adalah daging Babi. Namun karena krisis pandemi belum juga berakhir dan daging babi sulit dicari dan mahal, kebijakan prajuru dari koordinasi di Desa, diambil kebijakan dengan membagikan 1 ekor daging ayam ditambah dana Rp 50 ribu.

Baca Juga:  Menparekraf Tinjau Implementasi Protokol Kesehatan Bandara

“Ini progres setiap 6 bulan yang rutin dilakukan. Sekarang ini, kami bersinergi dengan LPD yang sudah memberikan bantuan program kita 6 bulan ini,” kata tokoh yang akrab disapa Yonda ini. Bendesa yang juga Ketua Fraksi Gerindra Demokrat (GeDe) DPRD Badung ini memaparkan, total warga yang menerima pembagian daging ini sebanyak 805 orang. Pihaknya berharap ke depan, situasi segera pulih Desa Adat akan terus bersinergi mengembangkan potensi yang ada. Dengan ekonomi bisa kembali pulih, diharapkan pariwisata bisa normal kembali, sehingga semua potensi di Desa adat bisa kembali menggeliat. “Kami berharap pariwisata bisa kembali normal, Sehingga kontribusi-kontribusi bisa diambil, terutama melalui BUMDA Desa adat yang sudah digagas, seperti Tenten Mar dan juga dari LPD yang sudah rutin diajak bersinergi,” harapnya.

Baca Juga:  Wabup Suiasa Ikuti Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2023 Secara Virtual

I Wayan Pasar selaku Petajuh Adat Banjar Tengah Tanjung Benoa, menyampaikan terima kasih atas sumbangsih dari Desa Adat dalam menyambut hari raya Galungan dan Kuningan. Untuk di banjar Tengah, pembagian daging Ayam dan uang tunai ini diberikan kepada sebanyak 183 krama. Hal senada disampaikan Petajuh adat banjar Kertha Pascima I Made Ganta. Untuk banjar Kertha Pascima ini ,warga yang menerima daging Ayam dan uang tunai Rp 50 Ribu sebanyak 205 orang. Pihaknya berharap ke depannya apa yang sudah diberikan dari Desa Adat bisa lebih baik lagi seiring dengan pulihkan ekonomi kedepan.

Baca Juga:  Sulit Bangkit Dimasa Pandemi Covid-19, Parwata Berikan Ini Ke GUPBI Badung

Sementara Petajuh adat Banjar Anyar, I Nyoman Yoga, didampingi Wayan Ganti Artana selaku Kaling Banjar Anyar Tanjung Benoa, mengungkapkan, pemberian daging dalam rangka menyambut hari raya Galungan dan Kuningan memang rutin dilakukan sejak lama. Untuk hari raya ini, diberikan kepada sebanyak 220 orang krama banjar Anyar. Demkkian juga disampaikan I Made Tromat selaku Petajuh Banjar Purwa Santi. “Pembagian daging ini diberikan kepada sebanyak 197 orang krama. Tentunya, dengan adanya sumbangsih dari Desa Adat, krama setempat merasa sangat terbantu,” ujarnya. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR