Denpasar, Baliwakenews.com
Sebanyak 26 siswa Sekolah Dasar (SD) asal Kabupaten Badung turun berlaga memperebutkan gelar terbaik dalam Wimbakara (Lomba) Mewarnai Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Mereka bersaing dengan ratusan peserta dari seluruh Bali dalam ajang yang digelar di Gedung Museum Mahudara Mandara Giri Bhuwana, Kawasan Taman Budaya Art Center, Denpasar, Minggu (14/6/2026).
Lomba yang diperuntukkan bagi siswa SD kelas I hingga III tersebut menjadi salah satu ruang ekspresi seni bagi generasi muda Bali untuk menunjukkan bakat dan imajinasi mereka sejak dini.
Ketua Dewan Juri, Dewa Putu Gede Budiarta, mengatakan lomba mewarnai merupakan agenda rutin yang selalu hadir dalam rangkaian PKB. Tahun ini, peserta difokuskan pada siswa kelas I sampai III agar kesempatan berpartisipasi dapat dirasakan lebih merata.
“Setiap tahun kami bergilir menentukan kategori peserta. Tahun ini giliran siswa kelas I sampai III, sehingga lebih banyak anak-anak yang memiliki kesempatan untuk berkompetisi dan menunjukkan kreativitasnya,” ujarnya.
Mengusung tema besar PKB XLVIII Tahun 2026, “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha”, panitia telah menyiapkan gambar dasar yang wajib dikembangkan oleh para peserta melalui permainan warna dan sentuhan kreativitas masing-masing.
Menurut Dewa Budiarta, ada tiga aspek utama dalam penilaian, yakni kesesuaian dengan tema, kreativitas, dan keharmonisan warna. Namun, kreativitas menjadi faktor paling menentukan.
“Kami melihat bagaimana anak-anak mengolah warna, menambahkan elemen pendukung, serta menghadirkan karya yang menarik dan harmonis. Kebersihan dan kerapian juga diperhatikan, tetapi kreativitas menjadi poin yang sangat penting,” katanya.
Para peserta diberi waktu selama tiga jam untuk menyelesaikan karya terbaik mereka. Seluruh hasil lomba kemudian dinilai oleh tiga juri dari ISI Denpasar, yakni Dewa Putu Gede Budiarta selaku ketua dewan juri, Ni Made Purnami Utami, dan I Made Ruta.
Dari seluruh karya yang masuk, panitia akan menetapkan enam peserta terbaik, terdiri atas Juara I, II, III serta Harapan I, II, dan III.
“Kami mencari enam karya terbaik. Ajang ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi sarana mengembangkan kreativitas anak-anak. Penghargaan yang diperoleh diharapkan mampu memotivasi mereka untuk terus berkarya dan berprestasi,” ujarnya.
Panitia sejatinya menargetkan 200 peserta dengan melibatkan perwakilan dari seluruh kabupaten/kota di Bali serta peserta umum yang mendaftar melalui tautan pendaftaran. Hingga penutupan pendaftaran, tercatat lebih dari 180 anak mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba tersebut.
Sementara itu, salah seorang orang tua peserta asal Desa Buduk, Kabupaten Badung, Komang Tri Jayanthi, mengaku bangga dan bersyukur putrinya mendapat kesempatan tampil dalam ajang bergengsi tersebut.
Siswi SD Imanuel Dalung itu mengikuti lomba dengan penuh percaya diri. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk mengembangkan minat dan bakat anak di bidang seni.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar anak-anak memiliki ruang untuk mengembangkan potensi dan kreativitas mereka,” ujarnya.
Ia juga mengaku percaya sepenuhnya terhadap hasil penilaian dewan juri yang dinilai memiliki kompetensi dan profesionalisme di bidang seni.
“Saya yakin juri yang dipilih panitia sudah profesional dan kompeten. Apa pun hasilnya nanti, itulah yang terbaik sesuai penilaian yang dilakukan,” katanya. BWN-03/Kominfo

































