Jimbaran, baliwakenews.com
Sejumlah anggota Balawisata Kutsel bersama perwakilan hotel dan Beach Club berjuang melakukan penyelamatan di laut Pantai Muaya, Jumat 28 Oktober 2023. Hal ini bagian dari pelatihan yang digelar oleh Balawista Nasional yang dilaksanakan sejak beberapa hari di Pantai tersebut. Selain diisi latihan fisik dengan berlari dan berenang, pelatihan yang menghadirkan instruktur asing tersebut juga dilakukan peragaan penyelamatan korban tenggelam di laut baik secara mandiri maupun beregu.
Kegiatan yang dilakukan setiap pagi hari ini juta mengundang perhatian pengunjung dan wisatawan yang datang ke Pantai Muaya. Ketua Balawista Nasional, Made Suparka memaparkan, pelatihan yang juga melibatkan masyarakat umum tersebut dilaksnakaan secara mandiri sejak beberapa hari lalu. “Pesertanya dari hotel-hotel, Beach Club serta anggota Balawista Kutsel dan masyarakat umum dengan jumlah 42 orang,“ paparnya.
Mantan Ketua Balawista Badung tersebut mengungkapkan tujuan training ini adalah pertama untuk meningkatkan swadaya masyarakat kalau di Bali ini memiliki Potensi untuk pertolongan-pertolongan di laut. Karena itu Balawista Nasional secara periodik melakukan training-training secara terbuka melibatkan berbagai komponen masyarakat. Selain itu pihaknya juga melakukan training-training ke hotel, dengan harapan di Kemudian Hari bisa mencegah kejadian kecelakaan di air. “Dengan adanya training-training ini juga akan menambah jumlah lifeguard yang kita miliki,” imbuhnya.
Dia bersyukur karena sampai sekarang training setiap tahun terus berjalan, sehingga di Bali sudah banyak lifeguard yang dimiliki dan sebagian mensuport hotel-hotel yang ada di Bali. Pihaknya juga mengajarkan bagaimana menjadi lifeguard yang memiliki standarisasi yang telah ditentukan. “Yang kiami berikan di sini pertama Pemahaman terkait ombak. Selanjutnya tentang tehnik penyelamtan baik secara sendiri maupun dengan teman-teman atau berkelompok, dengan alat maupun tanpa alat,” ujar Pria asal Wangaya, Denpasar tersebut.
Selain itu yang paling penting adalah bagaimana melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan serta pertolongan pemberian nafas buatan sebelum korban dikirim Ke rumah sakit. “Seorang Balawisata harus mampu melakukan pertolongan baik secara sendiri maupun dengan teman,” tegasnya sembari mengimbau karena banyak pantai di Bali yang tidak ada Pos Balawistanya agar Pemda-Pemda di Bali bisa mengikuti apa yang dilakukan di Kabupaten Badung.
Karena hingga saat ini Badung sudah memiliki 26 Pos Balawista tersebar di beberapa pantai yang ada. Meskipun diakuinya jumlah ini masih perlu ditambah karena masih ada sejumlah pantai yang belum terisi Pos Balawisata. Kondisi di Badung ini sangat jauh berbeda dibandingkan di daerah lain di Bali yang masih banyak tidak ada pos Balawistanya. “Kami juga mengimbau kepada wisatawan yang ke Bali agar senantiasa mengikuti rambu-rambu yang ada saat berlibur di Pantai,” harapnya.
Kepala UPTD Balawista Kuta Selatan, Wayan Somer menyampaikan terimaksih kepada Ketua Balawista Nasional, Made Suparka beserta instruktur baik nasional maupun asing yang telah memberikan pelatihan tersebut. “Karena melalaui kegiatan ini akan membuat anggota merefesah kembali kemampuan yang dimiliki anggota, sehingga semakin menambah ketrampilan mereka ke depannya,” ujar Balawisata senior tersebut.
Pria asal Desa Pecatu, Kutsel ini juga mengungkapkan dengan dihadirkannya instruktur asing dalam pelatihan ini tentu akan terjadi transfer knowledge kepada anggotanya. “Dengan semakin bertambahnya ilmu atau ketrampilan yang didapat akan menjadikan mereka sebagai instruktur handal dan bisa memberikan pelatihan Balawista di Bali,” imbuhnya.
Dengan keterlibatan masyatakat umum dalam pelatihan ini juga diharapkannya akan menambah pengetahuan mereka terkait keselamatan di laut. “Intinya kami berterimaksih kepada Pak Made Suparka dari Balawisata Nasional beserta para instruktur yang dihadirkan, semoga kegiatan pelatihan di Pantai Muaya ini bisa dilakukan seriap tahun,” pungkasnya. BWN-04
































