Tabanan, baliwakenews.com
Pemkab Tabanan mulai serius membenahi wajah kota dan kawasan strategis dari persoalan kabel yang selama ini semrawut dan tumpang tindih. Pemerintah berencana menata jaringan kabel dengan menanamnya di bawah tanah, terutama di kawasan pusat kota dan jalan-jalan protokol.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Tabanan, Senin 21 September 2026 mengatakan, penataan tersebut akan dilakukan dengan melibatkan seluruh penyedia jaringan atau provider. Langkah ini sekaligus menjadi upaya mempercantik wajah Kabupaten Tabanan agar lebih tertata.
“Kini sudah ada perda yang mengatur dan sudah berlandaskan hukum. Nanti kami panggil semua provider untuk duduk bersama dengan tujuan mempercantik wajah kota,” ujar Sanjaya.
Menurutnya, penataan kabel bukan berarti mengganggu akses maupun pelayanan jaringan kepada masyarakat. Kabel hanya akan ditata agar tidak lagi saling tumpang tindih dan mengganggu estetika kawasan.
Sanjaya menyebut, kawasan yang menjadi prioritas antara lain kawasan pusat pemerintahan, fasilitas umum, hingga pusat kota. Di kawasan tersebut, ke depan ditargetkan tidak lagi terlihat tiang kabel karena jaringan akan ditanam di bawah tanah.
Termasuk jalan umum dan jalan protokol, seperti kawasan gapura selamat datang Kabupaten Tabanan, juga akan diarahkan menggunakan jaringan bawah tanah.
Sementara untuk jaringan arteri yang menuju rumah-rumah warga, tiang masih dimungkinkan berada di ruas tertentu. Namun, koneksi menuju rumah warga nantinya akan diarahkan hingga ke halaman masing-masing.
Penataan kabel tersebut tidak hanya berkaitan dengan estetika kota. Menurut Sanjaya, langkah ini juga akan memberikan ruang yang lebih nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan kegiatan adat dan budaya Bali.
Salah satu persoalan yang selama ini muncul adalah keberadaan kabel yang melintang ketika masyarakat menggelar upacara adat dengan sarana berukuran tinggi.
“Bagi orang Bali ini menjadi hal baik untuk acara adat dan budaya. Seperti ada masyarakat yang menggelar ngaben setinggi apa pun nanti bade-nya tidak terganggu karena kabel melintang,” katanya.
Hal serupa juga berlaku ketika masyarakat menggelar pawai ogoh-ogoh atau melasti. Dengan kabel tidak lagi melintang di atas jalan, pelaksanaan pawai diharapkan tidak perlu lagi direpotkan dengan aktivitas mengangkat kabel menggunakan alat agar ogoh-ogoh dapat melintas.
Sanjaya menegaskan, target penataan tersebut pada prinsipnya adalah membuat jaringan kabel di kawasan strategis Tabanan berada di bawah tanah.
Terkait kapan penataan mulai dilaksanakan, Sanjaya menyebut regulasi yang menjadi dasar sudah tersedia dan pelaksanaannya telah berjalan. Pemkab Tabanan juga telah meminta izin kepada Pemerintah Provinsi Bali.
Dengan penataan tersebut, Pemkab Tabanan menargetkan wajah kota maupun kawasan kabupaten secara umum menjadi lebih rapi, tertata dan tidak lagi dipenuhi kabel yang semrawut.
“Tujuannya agar mempercantik wajah kota maupun Kabupaten Tabanan secara umum agar tidak semrawut karena kabel,” pungkasnya. BWN-06
































