Benarkah Konsumsi Kerang Bisa Sebabkan Autisme? Ini Faktanya

Iklan Home Page

baliwakenews.com – Belakangan ini, beredar klaim bahwa konsumsi kerang dapat menyebabkan autisme pada anak. Informasi ini tentu mengundang perhatian, terutama bagi ibu hamil yang ingin menjaga kesehatan janin.

Namun, apakah klaim ini benar? baliwakenews.com mengulasnya berdasarkan temuan medis dan pandangan para ahli.

Kerang dikenal sebagai makanan laut yang kaya akan protein, omega-3, vitamin B12, dan berbagai mineral penting. Manfaatnya bagi kesehatan pun tidak diragukan, terutama dalam mendukung fungsi otak dan sistem saraf.

Namun, di sisi lain, kerang juga berisiko mengandung logam berat seperti merkuri dan kadmium, tergantung pada tingkat pencemaran di habitatnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan merkuri dalam jumlah tinggi, terutama selama kehamilan, dapat berdampak pada perkembangan sistem saraf janin.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Atensi dan Dukung Pagelaran Lomba Barong Bangkung se-Bali

Meskipun demikian, hingga saat ini, belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa konsumsi kerang secara langsung menyebabkan autisme.

Dan apa saja penyebab autisme? Gangguan spektrum autisme (ASD) adalah kondisi perkembangan saraf yang kompleks. Para ahli menyebutkan bahwa penyebabnya tidak bisa disederhanakan hanya pada satu faktor, seperti konsumsi makanan tertentu.

Baca Juga:  Lomba Mancing dan Jukung Hias Meriahkan Pantai Pandawa Ajang Promosi Tiada Henti

Faktor genetik, di mana autisme lebih sering ditemukan dalam keluarga dengan riwayat serupa. Yakni, usia orang tua saat kehamilan, terutama jika ibu atau ayah berusia lebih tua. Paparan zat tertentu selama kehamilan, seperti infeksi berat, polusi udara, atau zat kimia tertentu.

Dan sejauh ini, kombinasi faktor genetik dan lingkungan lebih berperan dalam risiko autisme dibanding konsumsi makanan tertentu seperti kerang.

Konsumsi kerang aman, asal bijak! Berdasarkan bukti ilmiah yang ada, klaim bahwa konsumsi kerang bisa menyebabkan autisme tidak memiliki dasar yang kuat. Namun, ibu hamil tetap disarankan untuk bijak dalam memilih makanan laut, terutama untuk menghindari paparan merkuri yang berlebihan.

Baca Juga:  Wajib Tahu! 10 Ponsel yang Pancarkan Radiasi Tinggi, Beberapa Diantaranya Laris Manis di Indonesia

Jika memiliki kekhawatiran terkait pola makan selama kehamilan, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi adalah langkah terbaik untuk memastikan asupan nutrisi yang aman dan seimbang. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR