Tabanan, baliwakenews.com
Semangat pelestarian budaya dan pengembangan potensi daerah kembali digaungkan Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui gelaran Baturiti Festival yang berlangsung di Lapangan Umum Kecamatan Baturiti, Jumat (18/9). Mewakili Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga hadir sekaligus membuka secara resmi festival yang mengusung tema “Purnaning Sri Danu” tersebut.
Festival yang berlangsung selama dua hari, 18 hingga 19 September 2026, turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Tabanan, para Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, para Tokoh masyarakat beserta undangan. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gamelan secara simbolis oleh Wabup Dirga yang diiringi okokan, menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang memadukan seni, budaya, dan kreativitas masyarakat.
Mengusung semangat menggali potensi daerah, Baturiti Festival menyajikan beragam pertunjukan seni dan budaya, mulai dari penampilan baleganjur, tari-tarian, sekaa gong istri, perlombaan tari tingkat SD dan SMP, lomba karaoke se-Kecamatan Baturiti, hingga hiburan dari artis Bali. Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkuat budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Dalam sambutan Bupati Tabanan yang dibacakan Wabup Dirga, disampaikan Baturiti memiliki kekayaan alam, pertanian, tradisi, serta potensi wisata yang menjadi modal besar dalam mendukung pembangunan Kabupaten Tabanan. “Baturiti bukan hanya tentang keindahan alam, tetapi juga tentang kehidupan masyarakat yang terus berkarya, berinovasi, dan menjaga warisan budaya. Melalui Baturiti Festival, kita ingin menunjukkan bahwa potensi daerah dapat dikemas menjadi kekuatan ekonomi, budaya, dan pariwisata,” ungkapnya.
Pihaknya juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perkembangan pariwisata, serta kelestarian lingkungan dan budaya. “Kita ingin ekonomi masyarakat tumbuh namun lingkungan tetap terjaga, kita ingin pariwisata berkembang namun budaya dan tradisi tetap menjadi jati diri. Inilah semangat yang kita bangun dalam kebersamaan untuk mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” ujarnya. Bupati juga berpesan agar program serupa dapat dilaksanakan di seluruh kecamatan sebagai agenda budaya yang berkelanjutan sekaligus mendukung pengembangan ekonomi dan pariwisata berbasis budaya.
Sementara itu, Camat Baturiti Ni Luh Putu Mahadi Santi Dewi dalam laporannya menyampaikan, bahwa Baturiti Festival menjadi ruang bersama untuk menggali, memperkenalkan, dan mengembangkan potensi Kecamatan Baturiti, baik seni dan budaya, kreativitas generasi muda, UMKM, maupun potensi masyarakat lainnya. “Kami berharap melalui festival ini dapat mewujudkan kemakmuran melalui pelestarian sumber air, alam, dan keberlanjutan budaya, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dari pemerintah hingga masyarakat,” jelasnya.BWN-HT

































