Mangupura, Baliwakenews.com – Berbagai upaya untuk menghentikan aksi pembuangan sampah liar di kawasan Jimbaran ternyata belum sepenuhnya membuat pelaku jera. Bahkan, aksi terbaru menunjukkan kecenderungan semakin berani.
Jika sebelumnya sampah liar yang ditemukan di sepanjang Jalan Bypass Ngurah Rai Jimbaran didominasi kantong plastik berisi sampah rumah tangga, kini kasur bekas lengkap dengan kerangka besi berkarat dibuang begitu saja di pinggir jalan.
Kasur tersebut ditumpuk di atas sejumlah bungkusan sampah dan diletakkan di sisi jalur utama dari arah Nusa Dua menuju Simpang Unud. Ukurannya yang cukup besar membuat keberadaan limbah rumah tangga tersebut terlihat mencolok dan menjadi perhatian pengendara yang melintas.
Seorang pengendara perempuan mengaku heran melihat kasur bekas berada di pinggir jalan.
“Ini siapa ya, kok kasur bekas ditaruh di sini,” ujarnya saat melintas, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya mengotori lingkungan, tetapi juga mengganggu pemandangan di salah satu jalur utama Jimbaran.
“Semoga pelakunya segera tertangkap. Masa membuang sampah sembarangan di tempat umum begini,” imbuhnya.
Munculnya kasur dan kerangka besi ini menjadi gambaran bahwa persoalan sampah liar di Bypass Ngurah Rai Jimbaran belum benar-benar selesai. Bahkan, barang yang dibuang kini semakin beragam dan berukuran besar.
Padahal, langkah penertiban telah dilakukan. Larangan membuang sampah sudah dipasang di sejumlah titik. Patroli juga dilakukan, sementara petugas kebersihan harus kembali bekerja membersihkan lokasi yang dijadikan tempat pembuangan.
Tak hanya itu, Desa Adat Jimbaran bahkan menyiapkan sayembara berhadiah Rp1 juta bagi warga yang berhasil menangkap pelaku pembuangan sampah liar.
Sekretaris Desa Adat Jimbaran, Made Kariyasa, sebelumnya mengatakan sayembara tersebut masih berlaku.
“Sampai sekarang masih berlaku. Tolong disampaikan, siapapun warga yang bisa menangkap pelaku pembuangan sampah liar akan diberikan hadiah Rp1 juta oleh desa adat,” paparnya.
Namun, berbagai langkah tersebut belum sepenuhnya menghentikan aksi pembuangan sampah. Kariyasa menduga pelaku memanfaatkan waktu tertentu untuk menjalankan aksinya, terutama saat subuh atau dinihari ketika kondisi Bypass Ngurah Rai relatif lebih lengang.
Dugaan aksi diam-diam tersebut juga membuat petugas harus melakukan pengawasan lebih intensif. Pelaku seolah bermain kucing-kucingan dengan petugas yang berupaya menjaga kebersihan kawasan.
Kasus terbaru berupa kasur dan kerangka besi tersebut bukan kejadian pertama.
Sampah juga tidak hanya diletakkan di pinggir trotoar, tetapi juga dilempar ke semak-semak di belakangnya.
Sebagian sampah bahkan telah berada cukup lama hingga menimbulkan bau tidak sedap.
“Kurang tahu siapa yang naruh, padahal sudah ada tanda larangan,” ujar Adi Sastrawan, salah seorang pengendara yang melintas kala itu.
Sebelumnya, pada Rabu (29/7/2026), sampah liar juga ditemukan di jalur dari arah Nusa
Dua menuju Simpang Unud. Saat itu sedikitnya dua titik digunakan untuk menaruh kantong kresek berukuran besar. Lokasinya berada sebelum dan sesudah pintu masuk SLBN No. 1 Badung. Sedikitnya empat kantong kresek besar berisi sampah ditemukan di pinggir jalan.
Ironisnya, di lokasi tersebut telah terpasang spanduk larangan membuang sampah.
Tidak hanya hadiah bagi warga yang berhasil menangkap pelaku, ancaman sanksi juga cukup berat.
Lurah Jimbaran, Wayan Kardiyasa, sebelumnya menyebut pihak desa adat menyiapkan denda hingga Rp25 juta bagi pelaku pembuangan sampah liar.
Meski demikian, aktivitas pembuangan sampah masih ditemukan. Kondisi ini menunjukkan persoalan bukan hanya berkaitan dengan keberadaan fasilitas atau pengangkutan sampah, tetapi juga perilaku sebagian masyarakat yang masih menjadikan ruang publik sebagai lokasi pembuangan.
Kardiyasa mengimbau masyarakat tertib memilah dan membuang sampah sesuai ketentuan
“Masyarakat kami harapkan membawa sampah ke kuari setiap hari sesuai jadwal dengan sampah yang sudah terpilah,” pungkasnya.
Dengan kembali munculnya sampah liar, bahkan dalam bentuk kasur lengkap dengan kerangka besi, pekerjaan rumah penanganan sampah di Jimbaran menjadi semakin nyata. BWN-04

































