Apa Kata Wisatawan Setelah Berkunjung ke GWK?

Iklan Home Page

Mangupura, Baliwakenews.com – Bukan sekadar menyapa dan membagikan bingkisan, jajaran manajemen GWK Cultural Park memanfaatkan momentum Hari Pelanggan Nasional untuk mendengar langsung pengalaman wisatawan selama berada di kawasan destinasi budaya tersebut.

Interaksi antara petugas dan pengunjung dilakukan secara langsung di sejumlah titik GWK Cultural Park, Jumat (11/9/2026). Jajaran manajemen bersama frontliner menyapa wisatawan, berbincang, sekaligus menanyakan pengalaman mereka selama menikmati berbagai fasilitas dan atraksi di kawasan GWK.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penerapan budaya pelayanan 3S, yakni Senyum, Sapa, dan Sambut, yang dikemas melalui tema “Senyum Pelanggan, Senyumku Juga”.
Dengan pola pelayanan tersebut, GWK tidak hanya ingin memberikan pengalaman kunjungan dari sisi atraksi, tetapi juga memastikan wisatawan mendapatkan sentuhan pelayanan sejak berada di kawasan hingga menyelesaikan aktivitas kunjungannya.

Baca Juga:  Drone dan Layang-Layang Bisa Tersedot Mesin Jet, Bandara Sosialisasi Bahaya Layang-Layang

Suasana interaksi semakin hangat dengan pembagian brownies kepada pengunjung di sejumlah lokasi, di antaranya Plaza Bhagawan, GWK Statue, Jendela Bali Resto, Tirtha Amertha, dan Kencana Souvenir.

Namun, yang menjadi perhatian utama bukan semata-mata pemberian apresiasi tersebut. Kesempatan bertemu langsung dengan wisatawan dimanfaatkan pengelola untuk mendapatkan respons mengenai pengalaman mereka selama berada di GWK Cultural Park.

Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch. Rossie Andriani, mengatakan Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum untuk membangun komunikasi secara lebih dekat dengan pengunjung.

“Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum bagi kami untuk menyapa, berinteraksi, dan menyampaikan apresiasi secara langsung kepada para pengunjung. Kehadiran mereka merupakan bagian penting dari perjalanan GWK, dan kami berharap bahwa apresiasi sederhana ini dapat menambah kesan positif selama menikmati waktu kunjungan di GWK Cultural Park,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemerintah Perpanjang Insentif Pajak  

Menurut Rossie, penerapan 3S tidak sebatas standar pelayanan yang harus dijalankan petugas. Lebih dari itu, senyum, sapaan, dan sambutan diharapkan mampu menciptakan hubungan yang lebih hangat antara petugas dengan wisatawan.

Tema “Senyum Pelanggan, Senyumku Juga” juga menggambarkan hubungan timbal balik dalam pelayanan. Kepuasan pengunjung diharapkan tidak hanya menciptakan pengalaman positif bagi wisatawan, tetapi juga memberikan energi positif bagi petugas yang berada di garis depan pelayanan.

Interaksi langsung dengan pengunjung menjadi salah satu cara untuk melihat pelayanan dari sudut pandang wisatawan. Respons yang muncul selama komunikasi tersebut dapat menjadi bagian dari evaluasi untuk menjaga kualitas pengalaman pengunjung di tengah aktivitas GWK Cultural Park yang semakin beragam.

Baca Juga:  Dandim dan Kadishub Pantau Kedatangan PMI Asal Tabanan

GWK Cultural Park merupakan kawasan budaya di Bali yang berdiri di area sekitar 60 hektare. Kawasan ini menjadi lokasi berbagai aktivitas seni, budaya, hiburan, kuliner hingga penyelenggaraan acara nasional dan internasional.

Selain pertunjukan seni dan kegiatan berskala besar, GWK juga menjadi ruang bagi wisatawan untuk mengenal berbagai unsur budaya Indonesia melalui aktivitas dan pertunjukan yang berlangsung di dalam kawasan.

Melalui pelayanan yang lebih dekat dengan pengunjung, pengalaman wisatawan tidak hanya dibangun melalui kemegahan kawasan dan atraksi yang ditawarkan, tetapi juga melalui interaksi sederhana antara pengunjung dan orang-orang yang berada di balik layanan GWK Cultural Park. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR