Jimbaran, Baliwakenews.com – Dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya Bali kembali ditunjukkan DPRD Kabupaten Badung. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan Upacara Pitra Yadnya (Ngaben) Sawa Pranawa Madya, Metatah dan Nyekah Massal VII Tahun 2026 yang digelar Krama Desa Adat Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Selasa (1/9).
Kehadiran Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti bersama anggota DPRD Badung Made Sudira menjadi bagian dari dukungan lembaga legislatif terhadap pelaksanaan yadnya massal yang rutin digelar setiap tiga tahun sekali tersebut. Kegiatan ini dinilai tidak sekadar menjadi kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi ruang memperkuat gotong royong, menyama braya serta keberlanjutan adat dan budaya Bali.
Pelaksanaan karya massal tersebut juga mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Badung. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana hibah secara simbolis kepada Manggala Prawartaka sebesar Rp1,4 miliar lebih.
Dukungan tersebut sekaligus mempertegas perhatian pemerintah terhadap kegiatan adat yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar. Terlebih, pelaksanaan Ngaben Massal di Desa Adat Jimbaran menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana krama secara bersama-sama menjalankan kewajiban terhadap leluhur sekaligus meringankan beban pembiayaan yadnya.
Dalam sambrama wacananya, Bupati Adi Arnawa mengapresiasi semangat kebersamaan krama Desa Adat Jimbaran yang mampu mempertahankan tradisi di tengah perkembangan zaman.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Badung saya sangat mengapresiasi semangat krama yang telah bersatu dan bergotong royong dalam melaksanakan Karya Pitra Yadnya ini. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan Rahayu,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Pitra Yadnya memiliki makna yang lebih luas karena turut menjadi bagian dari upaya mempertahankan adat dan kebudayaan Bali. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan positif yang dilaksanakan masyarakat.
Hal senada tercermin dari kehadiran jajaran DPRD Badung dalam karya tersebut. Kehadiran legislatif di tengah masyarakat adat menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah, DPRD dan desa adat dalam menjaga keberlangsungan tradisi Bali.
Bagi masyarakat Jimbaran, pelaksanaan yadnya massal juga menjadi momentum memperkuat persatuan krama. Konsep menyama braya dan gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan seluruh rangkaian upacara.
Manggala Prawartaka I Made Kariasa melaporkan, rangkaian upacara telah dilaksanakan secara bertahap mulai dari Atur Piuning hingga upakara Ngaskara. Puncak Nyekah dan Memukur dijadwalkan berlangsung pada 3 September 2026.
Karya tahun ini diikuti 113 sawa Ngaben Gede, 169 sawa Nyekah, 18 Ngelungah, 42 Ngelangkir dan 55 peserta Metatah. Seluruh rangkaian upacara dipuput Ida Pedanda Made Pemaron, Ida Pedanda Istri Simpangan Manuaba serta Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Pancering Bhuana.
Selain Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti dan anggota DPRD Badung Made Sudira, kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Bali I Wayan Disel Astawa, unsur Tripika Kuta Selatan, Lurah Jimbaran serta Bendesa Adat Jimbaran.
Kehadiran unsur legislatif dan eksekutif dalam karya tersebut menunjukkan bahwa pelestarian adat tidak hanya menjadi tanggung jawab desa adat dan krama, tetapi membutuhkan dukungan bersama agar tradisi dan nilai-nilai budaya Bali tetap tumbuh di tengah perubahan zaman. BWN-05

































