Mangupura, Baliwakenews.com
Tangis histeris orang tua pecah saat mendatangi pihak korban demi memohon maaf atas aksi brutal lima pemuda yang mengeroyok empat pekerja kandang ayam di Banjar Batubayan, Desa Taman, Abiansemal, Badung. Aksi penganiayaan di bawah pengaruh alkohol tersebut tak hanya menyeret kelimanya ke sel tahanan, tetapi juga mengancam rencana pernikahan salah satu pelaku yang sudah di depan mata.
Plt Kapolsek Abiansemal AKP Komang Juniawan mengonfirmasi bahwa kelima pemuda yang telah ditetapkan sebagai tersangka yakni IWAK (24), IKA (21), IGPA (23), IGNS (26), dan IGNPGP (25). Peristiwa pengeroyokan yang terjadi pada Selasa (18/8) dini hari itu dipicu ketersinggungan sepele di jalan raya.
“Saat ini kelima tersangka ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” tegas Juniawan di lobi Mapolres Badung, Kamis (27/8).
“Saat ini kelima tersangka ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” tegas Juniawan di lobi Mapolres Badung, Kamis (27/8).
Penyidik menjerat para tersangka dengan Pasal 262 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama di muka umum, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
Juniawan menjelaskan, motif aksi kekerasan tersebut murni didasari rasa jengkel para pelaku terhadap kendaraan korban yang dinilai melaju kencang tanpa memperlambat kecepatan.
“Motif dari para pelaku melakukan kekerasan tersebut adalah motif pribadi, yaitu dendam karena menurut pelaku korban mengendarai kendaraan tidak pernah pelan. Pelaku pada saat itu juga terpengaruh minuman beralkohol,” ungkapnya.
Peristiwa bermula sekitar pukul 01.50 WITA saat sopir pengangkut ayam pedaging, INP (45), bersama kernetnya melintas di Banjar Tebe Jero menuju lokasi panen. Kendaraan korban sempat dihentikan warga yang meminta ayam, namun INP menolak karena tidak ada persediaan. Saat hendak melanjutkan perjalanan, bodi mobil korban mendadak dipukul dan ditendang.
INP sempat mempertanyakan tindakan tersebut sebelum akhirnya meluncur ke lokasi panen. Sekitar 15 menit berselang, rombongan pelaku menyatroni lokasi kandang ayam di Jalan Kenyeri, mengonfirmasi identitas pengendara, lalu menganiaya para pekerja menggunakan tangan kosong, tendangan, hingga batang bambu.
Akibat pengeroyokan tersebut, empat korban mengalami luka-luka:
* INP (45): Mengalami bengkak pada rahang kiri.
* IPAS (29): Mengalami luka memar dan robek di bagian atas mata.
* IGA (29): Mengalami bengkak pada pipi kanan.
* IN alias Nova (28): Mengalami memar pada perut kanan dan rahang.
* INP (45): Mengalami bengkak pada rahang kiri.
* IPAS (29): Mengalami luka memar dan robek di bagian atas mata.
* IGA (29): Mengalami bengkak pada pipi kanan.
* IN alias Nova (28): Mengalami memar pada perut kanan dan rahang.
Aksi penganiayaan ini terekam kamera CCTV hingga viral di media sosial. Berdasarkan laporan korban, Polsek Abiansemal langsung meringkus para pelaku di kediaman masing-masing di Banjar Tebe Jero serta menyita barang bukti berupa satu batang bambu dan rekaman kamera pengawas. BWN-01
































