Denpasar, Baliwakenews.com
Prestasi membanggakan ditorehkan siswa SMK Negeri 1 Amlapura. Di tengah ketatnya persaingan 88 SMA dan SMK se-Bali, tim sekolah tersebut berhasil menembus final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Nasional 2026.
Capaian itu mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Bali, Wayan Koster saat menerima audiensi tim SMKN 1 Amlapura di Jayasabha, Denpasar, Kamis (13/8/2026).
“Keren!” ujar Koster mengapresiasi keberhasilan para siswa yang mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain di Bali.
SMKN 1 Amlapura menjadi satu-satunya SMK asal Bali yang berhasil melaju ke tingkat nasional. Dalam seleksi tingkat provinsi yang diikuti 88 SMA dan SMK, tim ini finis di posisi keenam sekaligus mengamankan tiket menuju babak final di Gedung MPR RI, Jakarta.
Tantangan berikutnya jauh lebih berat. Di tingkat nasional, tim Bali akan berhadapan dengan perwakilan dari 38 provinsi di Indonesia. Adu pengetahuan tersebut tidak sekadar menguji kemampuan menghafal, tetapi juga wawasan kebangsaan, ketajaman berpikir dan pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI.
Keberangkatan tim dijadwalkan pada 21 Agustus 2026.
Dalam audiensi tersebut, pihak sekolah menyampaikan kebutuhan dukungan dan fasilitasi selama mengikuti kompetisi di Jakarta.
Koster pun langsung memberikan lampu hijau. Ia meminta Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali mengakomodasi kebutuhan tim secara penuh.
“Tentu saya dukung. Saya arahkan Dinas Pendidikan untuk mengakomodasi penuh, terutama ketika di Jakarta,” tegas Koster.
Dukungan tersebut menjadi suntikan semangat bagi para siswa yang kini tengah menjalani persiapan intensif sebelum bertarung di panggung nasional.
Keberhasilan SMKN 1 Amlapura tidak lahir secara instan. Sekolah menerapkan pembinaan ketat dengan tetap mempertahankan pendekatan kekeluargaan.
Kepala SMKN 1 Amlapura I Wayan Artana mengatakan perkembangan belajar para peserta terus dipantau. Motivasi diberikan secara berkala dan evaluasi dilakukan setiap akhir kegiatan belajar.
Yang menarik, sekolah juga melibatkan keluarga para peserta. Orang tua dan saudara siswa diundang untuk melihat langsung proses persiapan menghadapi kompetisi.
Langkah ini dilakukan agar keluarga memahami kesibukan siswa yang harus menjalani latihan hingga pulang lebih sore. Pihak sekolah juga meminta keluarga memberikan ruang agar siswa dapat lebih fokus selama masa persiapan.
“Prestasi ini kami harapkan dapat memotivasi murid dan sekolah yang lain,” kata Artana.
Menurutnya, dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam menjaga mental dan semangat siswa. Persiapan menuju tingkat nasional pun tidak hanya menjadi tanggung jawab guru dan peserta, tetapi menjadi kerja bersama sekolah dan keluarga.
Sepuluh (10) siswa dipersiapkan memperkuat tim SMKN 1 Amlapura di tingkat nasional. Mereka adalah Ni Putu Indah Indriani, Ni Luh Putu Puspa Anggreani, Ni Putu Yuni Septiari, Ni Wayan Devi Yanti, Ni Luh Putu Eka Pradnyandari, Ni Putu Restiasih, Ni Komang Anggi Maldiviani Dwipayanti, I Wayan Adi Pranata, Komang Ebi Juniantara, dan I Ketut Marayasa.
Keberhasilan menembus final nasional sekaligus mematahkan anggapan bahwa kompetisi akademik dan wawasan kebangsaan hanya menjadi panggung bagi SMA.
SMKN 1 Amlapura kini membawa pesan lebih besar: sekolah kejuruan pun mampu bersaing dan mengharumkan nama Bali di tingkat nasional.
Dengan dukungan Pemprov Bali, sekolah, guru dan keluarga, 10 siswa tersebut akan menghadapi pertarungan di Jakarta dengan satu target: memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi untuk Bali. BWN-03

































