Gianyar, Baliwakenews.com
Persoalan HIV tidak cukup dihadapi dengan layanan kesehatan. Pemahaman yang benar di kalangan generasi muda menjadi salah satu kunci untuk mencegah penularan sekaligus memutus stigma terhadap orang dengan HIV.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan edukasi HIV yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Warmadewa bersama Yayasan Westerlaken Alliance Indonesia di Banjar Benawah Kangin, Desa Petak, Gianyar, Sabtu (8/8/2026).
Sebanyak 16 pemuda dan pemudi mengikuti kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WITA tersebut. Edukasi dikemas secara interaktif melalui pemaparan materi dan diskusi terbuka, sehingga peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga leluasa mengajukan pertanyaan mengenai HIV.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), D. dr. Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini, M.Si., mengatakan materi yang diberikan mencakup cara penularan HIV, langkah pencegahan, serta pentingnya membangun sikap yang tepat terhadap orang dengan HIV.
“Edukasi ini diarahkan untuk meluruskan pemahaman yang keliru yang masih berkembang di masyarakat, ” ujarnya.
Tak kalah penting, peserta juga didorong memahami bahwa informasi yang benar mengenai HIV harus berjalan beriringan dengan upaya menghapus stigma dan diskriminasi.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari unsur masyarakat dan aparat wilayah. Turut hadir Kelian Banjar Benawah Kangin, Anak Agung Gde Rai Semara Putra, bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
Generasi muda dipandang memiliki posisi strategis dalam menyebarkan informasi kesehatan yang benar, terutama kepada teman sebaya dan lingkungan terdekat. Karena itu, literasi kesehatan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi diharapkan berkembang menjadi kesadaran dan perilaku yang bertanggung jawab.
Kolaborasi mahasiswa KKN dengan Yayasan Westerlaken Alliance Indonesia juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, lembaga masyarakat, dan komunitas lokal dalam menjalankan edukasi kesehatan.
Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi bagian nyata dari pengabdian kepada masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh di bangku akademik diterjemahkan menjadi kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi. Berbagai pertanyaan mengenai HIV dibahas dalam suasana terbuka dan edukatif, memberikan ruang bagi peserta untuk memperoleh pemahaman dari sumber yang tepat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Warmadewa berharap pemuda dan pemudi Banjar Benawah Kangin tidak hanya memiliki pengetahuan lebih baik tentang HIV, tetapi juga mampu menjadi agen informasi yang mendorong perilaku sehat sekaligus menolak stigma dan diskriminasi.
Edukasi tersebut menjadi salah satu langkah promotif dan preventif di tingkat komunitas. Di tengah derasnya informasi kesehatan yang beredar, penyampaian informasi yang benar kepada generasi muda menjadi penting agar HIV tidak hanya dipahami dari sisi medis, tetapi juga dari perspektif kemanusiaan dan tanggung jawab sosial. BWN-03

































