Pesan Keras Koster ke ITDC-BRI: Jangan Cuma Datangkan UMKM, Barang Mereka Harus Laku!

Iklan Home Page

Mangupura, Baliwakenews.com

Gubernur Bali, Wayan Koster melontarkan pesan tegas kepada ITDC dan BRI saat membuka BRIMo Nusa Dua Eco Market 2026 di Sidewalk Pulau Peninsula The Nusa Dua, Badung, Sabtu (8/8/2026).

Koster meminta penyelenggara memastikan pelaku UMKM yang ikut berjualan tidak pulang membawa kembali produk yang gagal terjual.

Bahkan, Koster meminta ITDC dan BRI bertanggung jawab membeli seluruh barang dagangan yang tersisa.

“Kalau tutup, dia ada barang sisa jangan sampai dibawa pulang. Bapak tanggung jawab beli semua. Nggak boleh ada yang dibawa pulang,” tegas Koster.

Pernyataan tersebut disampaikan Koster di hadapan Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Waroka, Sub Brand Office Head Nusa Dua, Risan Hanuraga, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, serta para pelaku UMKM dan tamu undangan.

Menurut Koster, pelaku UMKM yang datang dari berbagai daerah telah mengeluarkan biaya dan tenaga untuk membawa produk mereka ke kawasan pariwisata Nusa Dua. Karena itu, keberadaan Eco Market tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial tanpa memberikan kepastian manfaat ekonomi.

Koster bahkan menyinggung UMKM dari Jembrana yang harus menempuh perjalanan cukup jauh menuju Nusa Dua.

“Dia datang ke sini, jadi bapak tanggung jawab. Ini awas ya, Pak Direktur ITDC sama BRI. Saya nggak mau tahu, barang ini nggak boleh balik lagi,” ujar Koster yang disambut tawa dan senyum para hadirin.

Baca Juga:  Sekda Badung Adi Arnawa Terima Kunjungan dan Gala Dinner Delegasi Peserta MACS G20  

Koster tidak berhenti pada permintaan agar produk UMKM dibeli. Ia menawarkan konsep “berbelanja dan berbagi”.

Produk yang tersisa dapat diborong penyelenggara, kemudian dibagikan kepada masyarakat atau dimanfaatkan sebagai suvenir bagi wisatawan.

“Bapak yang belanja, terus bapak bagikan kepada masyarakat. Kan lebih bagus,” katanya.

Menurut Koster, pola tersebut akan menciptakan manfaat berlapis. UMKM memperoleh kepastian pasar, masyarakat mendapatkan manfaat, sementara wisatawan bisa membawa produk lokal Bali sebagai kenang-kenangan.

“Jadi cara kita supaya hidup kita itu harmonis, sama-sama mendapat manfaat, sama-sama bahagia,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar kegiatan serupa kembali digelar pada Desember 2026. Koster ingin Eco Market berkembang menjadi ruang ekonomi yang hidup, bukan sekadar pasar temporer selama dua hari.

Dalam kesempatan itu, Koster mengingatkan bahwa besarnya ketergantungan ekonomi Bali terhadap pariwisata harus diimbangi dengan pemerataan manfaat.

Ia menyebut sekitar 66 persen perekonomian Bali bertumpu pada sektor pariwisata. Karena itu, ekosistem pariwisata harus dijaga agar tetap aman, berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Kontribusi besar ini harus kita jaga baik-baik. Karena itulah saya bekerja keras mengendalikan situasi di Bali agar tetap kondusif dan aman,” tegasnya.

Koster juga memaparkan perkembangan pariwisata Bali hingga 31 Juli 2026. Kunjungan wisatawan mancanegara tumbuh sekitar 0,4 persen secara tahunan, dengan rata-rata 22.000 hingga 24.000 wisatawan per hari.

Sebaliknya, wisatawan domestik mengalami penurunan sekitar 8 persen dibandingkan periode yang sama 2025. Salah satu faktor yang disebut adalah kenaikan harga avtur yang berdampak pada harga tiket pesawat menuju Bali.

Baca Juga:  Terima Pengurus Peradi, Parwata Harapkan Ada Pembinaan Bersama Lembaga Mikro

Namun, penurunan jumlah wisatawan domestik tersebut tidak otomatis membuat tingkat hunian hotel ikut turun.

Justru tingkat hunian hotel berizin meningkat, khususnya hotel bintang lima dan bintang lima plus. Rata-rata tingkat hunian hotel berizin disebut mencapai sekitar 90 persen, sedangkan di kawasan ITDC bahkan menembus lebih dari 95 persen.

“Jumlah wisatawannya turun, tapi tingkat hunian hotelnya naik,” ujar Koster.

Kondisi tersebut juga tercermin dari penerimaan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) kabupaten/kota se-Bali yang hingga 31 Juli 2026 mencapai sekitar Rp4,1 triliun, naik dari sekitar Rp3,8 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Badung menjadi penyumbang terbesar dengan sekitar Rp2,9 triliun atau 71 persen dari total PHR Bali.

“Kalau di Badung yang lagi kerja keras untuk ngurusin Bali, terutama sekali di Badung, karena mengurus Badung sama dengan mengurus Bali,” kata Koster.

Sementara itu, Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Waroka mengatakan BRIMo Nusa Dua Eco Market 2026 merupakan bagian dari program destination activation untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan.

Kegiatan yang berlangsung 8–9 Agustus 2026 itu melibatkan 50 tenant UMKM yang menawarkan kuliner, fesyen, hingga produk kreatif lokal.

Baca Juga:  Seleksi Dewan Pengawas Perumda Pasar Mangu Giri Sedana  

Selain transaksi UMKM, kawasan juga diramaikan berbagai aktivitas komunitas, seni, budaya, olahraga, workshop, yoga, zumba, talk show, kuis, tari Nusantara, Bali Blasting Performance, Bali Shelter, Bali Safari Parade, hingga fashion show.

Menurut Troy, ITDC ingin menggeser wajah Nusa Dua dari sekadar kawasan akomodasi berkelas dunia menjadi living destination yang tetap hidup sepanjang tahun.

“Kami ingin menghadirkan pemberdayaan bagi UMKM, pelaku ekonomi, komunitas lokal, sekaligus memperkaya pengalaman berwisata di wilayah Nusa Dua,” ujarnya.

Sub Brand Office Head Nusa Dua, Risan Hanuraga mengatakan BRI memandang Eco Market bukan hanya sebagai festival atau pasar sementara, melainkan ruang yang mempertemukan UMKM, budaya, komunitas, kreativitas, dan semangat keberlanjutan.

BRI berharap kolaborasi dengan ITDC dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM sekaligus memperkuat jejaring pelaku usaha lokal.

Pesan Koster pun menjadi benang merah kegiatan tersebut: pariwisata tidak boleh berhenti pada angka kunjungan dan tingginya okupansi hotel. Uang wisatawan harus ikut mengalir kepada UMKM dan masyarakat lokal.

Sebab, bagi Koster, pariwisata yang berhasil bukan hanya ketika hotel penuh, tetapi ketika masyarakat di sekitarnya ikut merasakan manfaat ekonomi.

“Ini cara kita untuk membangun kebersamaan, harmoni dalam membangun perekonomian dan kesejahteraan,” pungkasnya. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR