Denpasar, baliwakenews.com
Angka kematian akibat lakalantas cukup tinggi selama pandemi Covid-19 menimpa Bali. Sepanjang 2020, pengendara atau pengguna lalu lintas yang meninggal tembus 405 orang. Sementara korban meninggal selama Covid-19 di Bali hingga kini tercatat 692 orang.
Dikonfirmasi terkait penyebab tingginya angka kecalakaan di Bali, Direktur Lalu Lintas Polda Bali, Kombes Indra, mengatakan dikarenakan dua faktor. Pertama, masyarakat bisa berkendara, tapi tidak paham aturan. Kedua, masyarakat bisa berkendara, paham aturan tapi tidak tertib di jalan raya. “Pemicu utamanya pelanggaran lalu lintas, kemudian tak tertib saat berkendara,” katanya.
Kombes Indra menekankan, agar para pengendara takut saat melakukan pelanggaran karena akan mengancam nyawa sendiri dan orang lain. “Bukannya malah takut dengan polisi saat melanggar atau tak tertib di jalan,” imbuhnya.
Tingginya angka korban jiwa akibat lakalantas di Bali, Kombes Indra, mengaku sangat prihatin. Menurutnya, yang menjadi korban lebih banyak masyarakat yang berusia produktif. “Berbagai upaya sudah kita lakukan dalam menekan angka lakalantas, mulai dari kegiatan sosialisasi hingga penegakan hukum, angka lakalantas masih saja tinggi. Saya sangat prihatin dan terus kamj evaluasi,” ujarnya.
Dikatakan Kombes Indra, dibanding tahun 2019, angka korban jiwa dan kasus lakantas tahun 2020 mengalami penurunan 25%. “Tahun 2019 korban meninggal dunia sebanyak 540 atau selisih 135 korban jiwa dibanding 2020,” tegasnya. BWN-01
































