Denpasar, baliwakenews.com
Bukannya belajar dan tinggal di rumah, sejumlah remaja belasan tahun malah kelayapan dan trek-trekan hingga subuh. Karena berbahaya dan mengganggu ketertiban terlebih saat pandemi Covid-19, polisi lantas mengamankan pelajar tersebut. Sebanyak delapan orang remaja digelandang ke Polsek Denpasar Selatan (Densel). Dan mereka semua masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Kapolsek Denpasar Selatan AKP I Gede Sudyatmaja mengatakan, para remaja itu ditangkap saat nongkrong di lokasi trek-trekan di kawasan Kerta Petasikan, Jalan Bypass Ngurah Rai, Densel, Rabu 4 Agustus 2021.
Gede Sudyatmaja mengungkapkan, selama beberapa minggu terakhir menggencarkan patroli terutama di kawasan rawan dipakai balapan liar. “Hasilnya, kami mengamankan delapan orang anak sebagai penonton atau yang ada dalam balapan liar. Usia mereka di bawah 17 tahun dan semuanya masih pelajar,” ungkapnya, Kamis 5 Agustus 2021.
Tak hanya mengamankan pelaku, polisi juga menyita tujuh unit sepeda motor yang dua di antaranya dimodifikasi. Para pelajar itu sering menggelar trek-trekan. “Mereka biasanya balapan liar di atas jam 12 malam dan terkadang jam 4 pagi di saat jalanan sepi,” ujarnya.
Apa motivasi mereka trek trekan ? “Ya, mungkin kalau balap liar itu mereka ingin menunjukkan jiwa laki-lakinya. Padahal itu sangat membahayakan,” tegasnya.
Gede Sudyatmaja mengatakan, delapan pelajar itu diberikan sanksi pembinaan dan memanggil orang tua mereka. “Kami imbau para orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya. Kami juga selama ini memberikan pembinaan ke sekolah-sekolah,” tandasnya. BWN-01
































