Tabanan, baliwakenews.com
Aksi dropping point sempat digelar oleh lintas lembaga dan komunitas selama tiga hari di kawasan Kota Tabanan pada Jumat (15/5) hingga Minggu (17/5). Hasilnya sebanyak 288,8 kilogram sampah berhasil terkumpul dari 80 warga.
Perwakilan Patra Desa, Agus Sumberdana saat dikonfirmasi Senin 18 Mei 2025 mengatakan, ratusan kilogram sampah tersebut terdiri dari berbagai jenis material dengan total partisipasi warga sebanyak 80 orang.
Rincian sampah yang terkumpul yakni plastik fleksibel seberat 79,8 kilogram (27,6 persen), residu seberat 43,3 kilogram (15 persen), kertas campuran/dupleks seberat 40,8 kilogram (14,1 persen), PET kotor/campur seberat 37,6 kilogram (13 persen), buku dan kardus seberat 24,5 kilogram (8,5 persen), botol kaca seberat 21 kilogram (7,3 persen), kaleng 6,25 kilogram (2,2 persen), dan sampah lainnya seberat 35,55 kilogram (12,3 persen).
“Jenis sampah dominan adalah plastik fleksibel, PET campur, dan kertas campuran. Temuan ini menunjukkan bahwa pengurangan sampah rumah tangga perlu difokuskan pada pengurangan kemasan sekali pakai dan penguatan sistem pemilahan dari sumber,” ujar Agus Sumberdana.
Ia menjelaskan, ada beberapa tujuan melalui kegiatan ini yakni sosialisasi cara dan pentingnya pemilihan sampah jenis anorganik kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan serupa bisa ditiru oleh pemerintah desa maupun pemerintah daerah dengan mengembangkan model seperti dropping point ini.
Kegiatan ini kata Agus menunjukkan bahwa pendekatan berbasis data sangat penting dalam mendukung perencanaan, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Untuk wilayah selanjutnya masih akan kami diskusikan. Tapi besar harapan kami agar model seperti ini bisa dilanjutkan oleh pemerintah, terutama Dinas Lingkungan Hidup. Semoga mereka mau mengadopsi,” pungkasnya. BWN-06


































