Denpasar, Baliwakenews.com
Di balik geliat UMKM Bali yang terus berupaya bangkit dan naik kelas, tersimpan kisah tentang disiplin, ketulusan, dan kerja dari hati. Nilai-nilai inilah yang terus dipegang Ny. Putri Koster, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, dalam mendampingi para pelaku usaha kecil agar mampu bertahan, tumbuh, dan berdaya saing.
Di Ruang Podcast Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar, Senin (2/2/2026), Ny. Putri Koster berbagi kisah tentang perjalanan batin sekaligus komitmennya terhadap pengembangan UMKM lokal. Bagi dirinya, memajukan UMKM bukan sekadar program kerja, melainkan tanggung jawab moral.
“Saya bekerja dari hati. Dalam setiap tugas, selalu saya berikan sentuhan kasih sayang,” tuturnya lembut.
Kepedulian itu, menurutnya, tumbuh secara alami. Naluri seorang ibu berpadu dengan perannya sebagai Ketua Dekranasda, membentuk cara pandang bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan dengan tulus.
Membangun dari Hulu
Pandemi Covid-19 menjadi titik balik yang mempertegas arah perjuangannya. Saat banyak sektor terpuruk, Ny. Putri Koster justru memilih menata UMKM dari hulu—memperkuat sumber daya manusia, meningkatkan kualitas karya, serta menanamkan nilai tanggung jawab dan kejujuran.
Upaya tersebut kemudian diikuti dengan hilirisasi melalui berbagai terobosan, salah satunya Pameran Bali Bangkit, yang tetap digelar dengan disiplin protokol kesehatan. Bagi Ny. Putri Koster, pameran itu bukan hanya ruang promosi, tetapi simbol semangat bangkit bersama.
Ia memaknai pembangunan UMKM seperti membangun sebuah piramida. Fondasi harus kokoh sebelum lapisan di atasnya ditinggikan. Tanpa nilai, kualitas, dan disiplin, piramida itu akan rapuh.
Nilai yang Diturunkan dari Rumah
Nilai kejujuran dan menjaga amanah bukanlah hal baru baginya. Sejak kecil, ia telah ditempa oleh almarhum ayahnya, salah satu perintis BPD Bali, yang menanamkan pentingnya menjalankan tanggung jawab secara lurus dan tulus.
Latar belakang keluarga yang sederhana namun menjunjung tinggi pendidikan membentuk karakter mandiri dan disiplin. Sejak remaja, Ny. Putri Koster telah terbiasa bekerja dan bertanggung jawab atas penghasilannya sendiri. Nilai-nilai inilah yang kini ia bawa dalam kepemimpinan di Dekranasda Bali.
Baginya, UMKM tidak cukup hanya tumbuh. Mereka harus mandiri, naik kelas, dan mampu bersaing hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.
UMKM yang Inklusif
Kepeduliannya tak berhenti pada pelaku UMKM konvensional. Kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas, juga menjadi perhatian serius. Ny. Putri Koster tengah merancang pengembangan kampung difabel yang terintegrasi dengan berbagai keterampilan, mulai dari barista, pijat, hingga bidang keahlian lainnya.
“Rencana ini sudah saya sampaikan kepada Pak Gubernur. Di kawasan PKB, Klungkung, akan disiapkan satu area khusus untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat Bali penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Baginya, pemberdayaan sejati adalah ketika tak ada satu pun yang tertinggal.
Peran Media dan Kolaborasi
Di akhir perbincangan, Ny. Putri Koster menekankan pentingnya peran media sebagai koridor informasi yang jujur dan mencerahkan. Media, menurutnya, memiliki peran strategis dalam menjembatani sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan kolaborasi yang kuat dan komunikasi yang sehat, ia berharap program pembangunan dan pemberdayaan UMKM di Bali tidak berhenti sebagai wacana, tetapi benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Di tengah tantangan zaman, Ny. Putri Koster memilih satu jalan sederhana namun konsisten: bekerja dari hati. Dari sanalah, ia percaya, UMKM Bali akan menemukan kekuatannya untuk terus melangkah maju. BWN-03

































