Denpasar, baliwakenews.com
Puluhan pelari dari komunitas Indorunners Bali, Sabtu 1 November 2025 pagi, berlari mengelilingi kawasan Civic Centre Renon, di Denpasar.
Mengambil start dan finish di Restoran Mirabaliku di Jalan Tantular, Denpasar, para pelari dibagi beberapa kelompok dengan jarak tempuh yang berbeda-beda. Bahkan, ada yang menempuh jarak hingga 10 km.
Bertajuk ‘Barong Morning Runs’, lari dengan suasana hati senang ini dihelat rutin setiap hari Sabtu pagi.
“Nah kebetulan di pagi ini, di-support oleh Restoran Mirabaliku. Terima kasih banyak sudah memfasilitasi kami, lari di pagi hari ini,” ujar Kiem Gwan Oei, salah satu anggota Indorunners Bali.
Dituturkannya, ‘Barong Morning Runs’ini dilaksanakan berpindah-pindah dengan rute dan jarak yang ditempuh tergantung dari lokasi. Mulai dari 5 km sampai dengan 10 km.
“Tujuannya untuk memasyarakatkan lari. Kebetulan belakangan ini lari lagi booming. Karena lari ini juga paling baik untuk menjaga kesehatan,” katanya.
Koordinator Indorunners Bali, Anastasia mengatakan, Indorunners ini terbentuk sejak 13 tahun lalu. “Kami welcome untuk semua runners. Mulai dari pemula maupun yang sudah lama lari. Karena visi dan misi kami menyebarkan virus lari,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, titik kumpul Indorunners ada di Pantai Mertasari Sanur. “Kami ada dua kali kegiatan dalam setiap minggu. Yakni lari setiap hari Sabtu, dan Rabu kami ada latihan penguatan di sisi barat Lapangan Bajra Sandhi pukul 06.00 WITA,” ujarnya.
Dikatakan, siapapun boleh bergabung dengan follow instagram @indorunnersbali. “Di situ ada jadwalnya, dan informasinya,” ungkapnya.
Pihaknya juga berpesan kepada masyarakat agar jangan takut untuk memulai, jangan terlambat berolahraga. “Jadi mulailah dengan berlari,” tandasnya.
Sementara itu, newbie anggota Indorunners Bali, Mira Handayani mengatakan, dirinya tertarik karena komunitas ini konsisten mengadakan kegiatan lari. Kendatipun hujan mereka tetap mengadakan olahraga. “Yang pastinya badan menjadi lebih fits,” ujarnya.
Awal bergabung menjadi members, Mira mengaku sempat bermalas-masalan. Karena selalu paling belakang saat berlari.
“Tapi sekarang karena sudah diajari cara-caranya oleh para senior, sekarang langkah lari saya sampai nggak bersuara dan nggak gampang capek,” tuturnya.
Apalagi, lanjut dia, bergabung dengan komunitas ini free dan welcome kepada semua masyarakat luas.
“Jadi tak sekadar lari, tapi juga di sini diajari teknik berlari yang benar. Kendatipun saya baru bergabung, tapi semuanya kayak berkeluarga. Keren banget,” pungkasnya. BWN-03
































