Hari Desa Nasional, Pj. Bupati Lihadnyana Ajak Perbekel Tanam Jagung dan Cabe

Iklan Home Page

Singaraja, baliwakenews.com

Memperingati Hari Desa Nasional, Pemerintah Kabupaten Buleleng menggelar apel bersama dan mencanangkan gerakan penanaman jagung dan cabai di Hutan Kota Singaraja, Rabu 15 Januari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa dan mewujudkan swasembada pangan di seluruh wilayah Buleleng.

Penjabat Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, menyatakan bahwa peringatan Hari Desa Nasional ini menjadi tonggak penting untuk memperkuat peran desa dalam pembangunan nasional. “Kita ingin meneguhkan bahwa desa memiliki hari lahir, yaitu 15 Januari, bertepatan dengan disahkannya Undang-Undang Desa,” ujarnya.

Dikatakan, tahun ini pemerintah daerah berkomitmen menjalankan program prioritas nasional yang digagas Presiden RI, yaitu memperkokoh ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan di setiap wilayah. Dalam rangka itu, kegiatan penanaman bersama tanaman pangan menjadi simbol deklarasi desa untuk mendukung ketahanan pangan secara mandiri.

Baca Juga:  21 ABK Menjadi Korban Perdagangan Orang di Atas Kapal Cumi

“Kita tandai Hari Desa Nasional dengan aksi nyata, yaitu penanaman serentak tanaman-tanaman pangan. Ini adalah langkah awal, yang nantinya akan diikuti oleh desa-desa lainnya,” tambah Ketut Lihadnyana.

Lihadnyana juga menekankan pentingnya penyesuaian program desa dengan prioritas nasional, seperti ketahanan pangan, pengentasan stunting, dan peningkatan pendidikan. Ia mengimbau pemerintah desa memanfaatkan alokasi dana desa (APBD Desa) untuk mendukung program-program tersebut, termasuk pengadaan bibit tanaman pangan.

“Dana desa sudah ada, salah satunya bisa digunakan untuk mendukung ketahanan pangan, seperti pembelian bibit. Ini langkah konkret yang harus kita lakukan bersama,” ucapnya.

Selain itu, peringatan Hari Desa Nasional di Kabupaten Buleleng tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen desa-desa dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan sesuai dengan prioritas nasional.

Baca Juga:  Gairahkan Populasi UMKM, Bali Mesti Konsisten Tegakkan Regulasi

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, menjelaskan bahwa jenis tanaman yang dipilih dalam gerakan ini, yaitu jagung arumba dan cabai, memiliki keunggulan adaptasi terhadap kondisi iklim di Buleleng. Jagung arumba, yang telah berhasil dibudidayakan di wilayah Desa Gerokgak, diprediksi dapat dipanen dalam waktu 45 hari. Sementara itu, tanaman cabai membutuhkan waktu sekitar 70 hari untuk siap dipanen.

“Kegiatan ini tidak hanya mendukung swasembada pangan, tetapi juga memaksimalkan produktivitas lahan dengan pola tumpang sari. Dengan menanam cabai di sela-sela jagung, kita harapkan hasil panen yang optimal, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi petani,” ujar Melandrat.

Baca Juga:  Widia Utami, Sosok Inspiratif Perempuan Buleleng Pelestari Seni dan Budaya

Kegiatan apel bersama yang mengawali pencanangan gerakan ini menjadi simbol kolaborasi dan semangat bersama seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan di Buleleng. Dengan target meningkatkan produksi komoditas lokal yang berpotensi besar, gerakan ini diharapkan mampu menjadi langkah strategis untuk menjadikan Buleleng sebagai daerah percontohan dalam pengelolaan pertanian berkelanjutan.

Selain itu, upaya ini sejalan dengan program nasional dalam memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan beragam untuk masyarakat. Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berorientasi pada hasil, Buleleng optimistis dapat memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian swasembada pangan di tingkat nasional. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR