Karakter Ombak di Kutsel Sangat Keras, Balawista Imbau Pengunjung Taati Rambu

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Kepala UPTD Penyelamat Wisatawan (Balawista) Kuta Selatan (Kutsel), Wayan Somer seijin Kadisparda Badung kembali mengingatkan agar pengunjung atau wisatawan mentaati rambu-rambu yang dipasang anggotanya.

Hak ini untuk mencegah semakin banyaknya korban terseret arus belakangan ini. Selain itu diingatkannya pula karater ombak, karang dan arus Pantai di Kutsel sangat keras. “Jadi kami kembali mengimbau kepada masyarakat, pengunjung dan wisatawan agar mentaati aturan yang ada demi keselamatan bersama,” ujar Balawista senior asal Pecatu tersebut, Selasa (6//8/2024).

Kecenderungan yang terjadi selama ini, jatuhnya korban dikarenakan pengunjung yang kerap melanggar rambu larangan yang sudah dipasang anggotanya. Somer juga mengimbau kepada pengunjung agar tidak melalui jalan-jalan tikus karena alan akan menuju Pantai yang tidak terjaga oleh anggotanya. “Berdasarkan pengalaman saya selama ini, kecelakaan terjadi cenderung di kawasan yang jauh dari pantauan Pos Balawista,” ungkapnya.

Baca Juga:  Mimih ! Pencuri Satroni Pura Kawitan Pasek Gelgel dan Pura Penataran

Pantai di Kutsel memamg memiliki daya tarikl bagi wisatawan. Seperti Pantai Uluwatu dan Pantai Labuan Sait atau Padang-Padang yang memiliki karakter ombak yang tinggi dengan karang yang keras. Di sini memang tidak ada masyarakat yang mandi, namun ombak ini justru dicari oleh wisatawan yang sudah biasa berselancar.

Yang paling juga terkait akses ketika melakukan penyelamatan. Karena untuk mengangkat korban dari bawah tebing paling tidak idealnya diperlukan 4 orang anggota. Namun untuk mengevakuasi korban harus melewatu jalan sempit yang hanya bisa dilalui oleh 2 orang. “Di sinilah diperlukan tenaga ekstra,” imbuhnya.

Karakter ombak yang cukup berbahaya juga ada di Pantai Dremalan. Pantai ini memang dikenal memiliki panorama yang sangat eksotik. Di tempat ini biasanya banyak pengunjung dan wisatawan yang mandi. Namun dia mengingatkan harus berhati-hati karena sering tiba-tiba muncul ombak tinggi yang bisa mencelakakan pengunjung yang tidak mentaati aturan yang ada. “Di sini sering terjadi kecelakaan pengunjung yang patah leher, tangan atau kaki. Karena terjangan ombaknya yang keras membuat korban kadang kepalanya di bawah dan kakinya di atas,” ujarnya.

Baca Juga:  Peringatan HUT PDI-P ke-50 dan Ibu Mega ka-76, DPC PDI-P Kabupaten Badung Gelar Gerakan Hidup Sehat

Kecelakaan yang terjadi di sini kerap dikarenakan pengunjung yang membandel yakni mandi di antara bendera merah padahal sudah beberapa kali diingatkan. Kondisi ombak dengan karang yang keras juga ada di pantai lainnya seperti di Tanjung Benoa, Samuh dan lainnya. Saat ini pihaknya di Kutsel memiliki 11 Pos Balawista yang tersebar di beberapa pantai. Masing-masing pos dijaga oleh sedikirnya 5 orang anggota. Namun untuk Pos Kutuh dan Pantai Melasti pihaknya berkolaborasi dengan Bumda di sana yang juga membentuk tenaga penyelamat pantai.

Baca Juga:  Penandatanganan MoU TP PKK Badung Dengan BNN Badung  

Dia mengakui jumlah anggota yang ada saat ini masih tergolong terbatas. Namun demikian pihaknya berusaha menyuasati dengan memfokuskan kepada daerah-daerah yang dianggap rawan tanpa mengabaikan tempat lainnya. Dengan harapan ke depan nantinya akan ada penambahan anggota mengingat Pantai di Kutsel menjadi idola bagi pengunjung dan wisatawan. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR