Kereneng, baliwakenews.com
Jawa Timur menjadi saksi dimana untuk kedua kalinya Timnas Indonesia U19 menjadi jawara di pentas AFF U19 2024. Sebelumnya, pada 11 tahun silam, Kota Sidoarjo menjadi saksi Evan Dimas dkk mengangkat trofi juara.
Pelatih Indra Sjafri menjadi pelatih yang mencetak sejarah itu. Pada 11 tahun silam, ia juga yang membawa generasi Evan Dimas dikenal di seluruh Indonesia. Dan pada Senin 26 Juli 2024 menjadi hari yang paling berbahagia dimana Garuda Muda kembali mengangkat trofi di rumah sendiri.
Di babak final yang dilangsungkan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, striker Jens Raven menjadi pahlawan kemenangan Indonesia berkat gol tunggalnya di menit 17.
Kedua tim saling bermain dalam tempo sedang pada 10 menit pertama. Senjata rahasia yang sejauh ini menjadi mesin gol Indonesia, yaitu skema bola mati kembali berjalan dengan baik. Bermula dari sepak pojok Muhammad Kafiatur pada menit ke-17, bola berhasil ditanduk tipis oleh Kadek Arel.
Sundulan Kadek lalu diteruskan oleh Jens Raven yang berada di posisi yang tepat untuk mencetak gol keempatnya pada turnamen ini dan juga membawa Indonesia unggul 1-0.
Indonesia memburu gol keduanya setelah unggul satu gol dimana pada menit ke-28, melalui aksi individu, Raven mendapatkan ruang untuk menembak. Sayangnya, tendangan striker 1,89 meter itu masih melambung.
Pada menit ke-36, pasukan Emerson Pereira mendapatkan kesempatan untuk menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas. Namun, eksekusi Piyawat Petra yang berhasil melewati pagar hidup masih digagalkan tiang gawang.
Di akhir babak pertama, giliran Garuda Muda mendapatkan peluang yang sama. Namun, eksekusi pemain pengganti Toni Firmansyah yang menggantikan Kafiatur yang cedera, masih melebar sehingga mudah diamankan kiper Thailand Kittipong Bunma. Skor babak pertama pun berakhir dengan 1-0 untuk keunggulan Indonesia.
Memasuki babak kedua, Indonesia kehilangan satu pemainnya lagi karena cedera setelah Welber Jardim ditarik keluar untuk digantikan Figo Dennis. Pada menit ke-71, Indra Sjafri terpaksa menarik keluar dua pemainnya lagi karena mendapatkan cedera setelah Raven dan Muhammad Mufli Hidayat tak sanggup melanjutkan laga dan digantikan Arkhan Kaka dan Mufdi Iskandar.
Setelah kehilangan beberapa pemainnya, tempo permainan Indonesia menurun. Sebaliknya, Thailand yang mengincar gol penyama kedudukan terus-terusan menguasai jalannya laga.
Namun, usaha Negeri Gajah Putih masih gagal membuah gol karena tak sanggup menembus pertahanan Indonesia yang kokoh. Keunggulan satu gol pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Indonesia berhasil menggagalkan usaha Thailand yang mengincar gelar keenamnya di Piala AFF U19. BWN-06

































