Cukai Arak Tinggi, Koster akan Koordinasi ke Dirjen Bea Cukai

Iklan Home Page

Kutsel, baliwakenews.com

Tingginya Cukai terhadap arak Bali disayangkan Mantan Gubernur Bali Gubernur Bali yang menelorkan Pergub tentang arak, I Wayan Koster. Seusai memberikan sambutanya dalam Peringatan Hari Arak di GWK, Senin 29 Januari 2024 petang, Koster menilai kalau kebijakan menaikkan cukai arak ini kurang mendukung ekosistem perkembangan arak Bali, sebagai satu unsur dari produk minuman beralkohol Indonesia dan lokal Bali khususnya.

Koster juga menyayangkan kenaikan persentase tarif cukai arak Bali ini lebih tinggi dibandingkan minuman impor yang masuk ke Indonesia. Kondisi ini menurutnya sangat tidak fair dan tidak adil. “Masak yang impor itu diberikan kenaikan tarif cukai lebih rendah dibandingkan dengan lokal,” imbuhnya.

Menyikapi hal ini, Koster mengatakan dalam jangka pendek akan membicarakannya dengan Dirjen Bea Cukai dan tentu saja pada saatnya nanti akan menyampaikan kepada Menteri Keuangan agar hal ini bisa disikapi lebih jauh.

Baca Juga:  Mendarat dengan Kendala, Airfast DH PK OAM 6 Selamatkan Tujuh Nyawa

Situasi Ini sambung dia harus disikapi bersama-sama dengan para pemangku kepentingan.
“Harus ada komitmen yang kuat untuk berpihak kepada produk lokal dalam negeri,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Peringatan Hari Arak Bali 2024, I Made Agus Gelgel Wirasuta mengeluhkan kebijakan kenaikan cukai yang dinilainya terlalu tinggi sehingga tidak adil dan tidak berpihak kepada masyarakat.

Gelgel juga menilai kalau kebijakan tersebut tidak mempertimbangkan kalau arak ini merupakan warisan leluhur yang sebagian besar dilakukan oleh petani lokal Bali. Menurut dia Negara saat ini telah mengambil keuntungan besar dari industri arak. Sedangkan pendapatan yang diterima oleh para petani arak jauh lebih kecil.

Baca Juga:  Wayan Suyasa Bantu Sembako Warga Terdampak Banjir di Kecamatan Kuta

Dijelaskan nya Lebih rinci Negara sudah mengambil penghasilan dari rakyat sebesar Rp 101.000 per liter. Sementara itu petani arak hanya mendapatkan maksimum Rp 23.000. “Ini adalah ketidakadilan yang harus diperhatikan,” tegasnya sembari menyoroti pentingnya mengembalikan sebagian besar pendapatan cukai tersebut untuk meningkatkan ekonomi masyarakat petani arak.

“ke depan harus ada kajian secara rasional dan kita ingin melihat minimal 50 persen dari total cukai kembali ke masyarakat petani. Hal Ini penting dilakukan agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga peserta aktif dalam perkembangan industri arak ini,” tegasnya.

Gelgel berharap kepada mantan Gubernur Bali, Wayan Koster dapat mengkomunikasikan aspirasi ini kepada pengambil kebijakan terkait cukai tersebut. Ketua Umum Tresnaning Arak Berem Bali, Ida Bagus Putu Adnyana menambahkan peringatan Hari Arak bukan sekadar ajang merayakan, namun merupakan upaya untuk mengangkat harkat dan martabat serta nilai minuman tradisional arak berem sehingga bisa bersaing di kancah internasional.

Baca Juga:  Pansus Pajak Daerah dan Retribusi Daerah DPRD Badung Gelar Finalisasi

Dia juga menegaskan peringatan Hari Arak tidak ada hubunganya dengan perilaku mabuk tetapi merupakan momen untuk merayakan dengan rasa syukur. “Saat ini sebanyak 31 hotel di Bali telah mengambil produk arak,” ujarnya. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR