Perjalanan Anak Agung Gede Oka Wisnumurti Hingga Bergelar Guru Besar

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Hidup harus diisi dengan belajar dan belajar karena bekal ilmu sepanjang jaman, adalah petuah dari sang ayah dan juga ayah mertua mengantarkan perjalanan Anak Agung Oka Wisnumurti, hingga berhasil meraih gelar akademik tertinggi. Dosen Ilmu Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Warmadewa (Unwar) ini telah berhasil menyandang gelar Guru Besar (Profesor) Tetap di Universitas Warmadewa (Unwar).

Saat upacara pengukuhan Prof. Dr. Drs. Anak Agung Oka Wisnumurti, M.Si., yang dilakukan Sabtu 14 Oktober 2023, ia mengenang kembali petuah dari kedua orang yang menjadi inspirasi baginya. Berkata petuah tersebut Prof. Wisnumurti menjadi pria dengan pemikiran visioner, pekerja keras, dan aktif berorganisasi.

Prof. Wisnumurti kelahiran Desa Siangan-Gianyar, 27 Februari 1965, semasa kecil sampai remaja kerap dipercaya menjadi pemimpin baik dalam permainan maupun di sekolah. Bakat kepemimpinan dan hobi berorganisasi sedari SD hingga SMA memantik keinginan untuk belajar lebih tentang Ilmu Administrasi Negara FISIP di Universitas Negeri Jember pada tahun 1984.

Awal perjalanan akademiknya ini tidak hanya mendapatkan nilai kehidupan yang berharga, tetapi juga seorang teman hidup, yakni Ir. Agusriwana Wahidiah. Kini pasangan suami istri ini dikaruniai dua orang putra. Yaitu, Anak Agung Gede Brahmantya Murti, SIP.,MPA., dan Anak Agung Gede Ananda Murti, SIP.

Baca Juga:  Merebak Kasus Chikungunya dan Demam Berdarah di Denpasar

Ketertarikan Prof. Wisnumurti terhadap kondisi sosio kultural masyarakat Bali, terutama tempatnya tumbuh (Puri Agung Siangan, Gianyar, red), mematik keinginannya untuk mengabdikan diri sebagai dosen Ilmu Administrasi Negara di FISIP Unwar pada tahun 1990.

Tidak puas menyandang gelar sarjana saja, Prof Wisnumurti memperdalam kembali keilmuan yang ditekuni melalui Program Pascasarjana, Departemen Sosiologi FISIP Universitas Gadjah Mada (UGM), dan mendapatkan gelar magister (S2) pada tahun 1996. Tesis yang diangkat tentang Peran Elit Lokal dan Pembangunan di Pedesaan Bali Age dan Bali Dataran, yang membantu melihat kondisi sosio kultural masyarakat Bali pada saat itu.

Wakil Ketua Umum Bidang Revitalisasi  Wilayah Bali, NTB, NTT ABPPTSI Pusat ini, ditunjuk untuk menjadi Anggota Panitia Pemilihan Daerah Provinsi Bali utusan Pemerintah pada saat kondisi “Pemilu Dipercepat” tahun 1999. Sebagai tokoh reformasi di Bali yang memiliki pengetahuan akademik yang kuat di bidang Ilmu Administrasi Negara, pada tahun 2003-2008 Prof. Wisnumurti dipercaya untuk mengabdikan keilmuannya menjadi Ketua KPU Provinsi Bali pertama sebagai lembaga penyelenggara Pemilu yang tetap dan mandiri. Jargon terkemuka saat itu yang digaungkan, yakni “Ngardi Bali Santhi lan Jagadhita”.

Baca Juga:  Garda Terdepan Jaga Adat dan Budaya Bali, 13 Ribu Pecalang se - Bali Deklarasi Tolak Preman Berkedok Ormas

Lima tahun perjalanan menjadi Ketua KPU Provinsi Bali, Prof. Wisnumurti melanjutkan perjalanan karir menjadi Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali. Ia juga aktif dalam menerapkan keilmuan politiknya dalam menjadi Kelompok Ahli, baik pada tingkat DPRD, Pemerintah Kabupaten, hingga Pemerintah Provinsi.

Perjalanan karir Prof. Wisnumurti tidak menghentikannya sebagai lifelong learner pada bidang ilmu sosial dan politik. Saat masih menjabat sebagai Ketua KPU Provinsi Bali (tahun 2006), ia melanjutkan perjalanan akademik tingkat Doktoral di Program Kajian Budaya Universitas Udayana, yang mengangkat disertasi tentang “Dinamika Politik Lokal Dalam Pemilihan Kepala Daerah Langsung di Kabupaten Badung”. Disertasinya ini memperlihatkan kepada publik tentang besarnya pengaruh adat dan budaya terhadap kondisi politik di masyarakat Bali.

Selain sebagai seorang akademisi, Prof. Wisnumurti yang memiliki hobi menulis ini aktif menjadi Kulumni Tetap, Orasi, menulis artikel di Harian Umum Bali Post, dan presenter dialog di media massa. Serta menghasilkan karya buku yang berjudul “Green Policy Simbolis dari Makna Pura Kancing Bumi”, Buku Demokrasi Prosedural dan Semangat Kerakyatan Literasi Politik Era Reformasi, Buku Sapta Bayu Sri Ksari Warmadewa, Buku Relasi Kuasa Penguatan Demokrasi Lokal di-Bali, dan Buku Elit Lokal dan Pembangunan.

Baca Juga:  Tim PKM Universitas Warmadewa Gelar Pelatihan English for Entrepreneurship di Panti Asuhan Tat Twam Asi

Sebagai akademisi dan praktisi Prof Wisnumurti meraih berbagai macam penghargaan diantaranya, Tokoh Pemberdayaan Masyarakat versi Warta Bali pada tahun 2003, Satya Karya Nugraha 15 Tahun pada tahun 2005, Penghargaan Widya Pataka dari Gubernur Bali tahun 2009, Penghargaan Maharishi Award dari Maharishi University of Management IOWA tahun 2015, Satya Karya Nugraha 25 tahun tahun 2015, dan Satya Karya Nugraha 30 Tahun pada tahun 2020.

Prof Wisnumurti selalu mengajarkan “act locally and think globally”. “Setinggi apapun, sejauh manapun, dan seberat apapun dalamnya kita belajar serta berkembang, kita tidak boleh melupakan tempat awal kita berpijak, ” ucapnya. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR