Rapat Paripurna Istimewa Peringati Hari Jadi Ke-65 Provinsi Bali, Ketua Dewan Tutup Sidang Dengan Baik Kekawin Bali

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Memperingati Hari Jadi Ke-65 Provinsi Bali, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provisi Bali melakukan Rapat Paripurna Istimewa, Pada Senin 14 Agustus 2023 di ruang sidang utama Gedung DPRD Bali. Rapat paripurna Ke 34 ini juga menghadirkan Gubernur Bali, Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati serta sejumlah pimpinan lebaga vertical di Provinsi Bali.

Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Adi Wiryatama mengatakan, pelaksanaan sidang istimewa adalah bagian dari apresiasi kepada kusuma bangsa yang berjuang mempertahankan tanah Bali. “Hal ini juga bagian dari mengingatkan kita terhadap sejarah serta pembanguna Bali dari masa ke masa. Rapat paripurna ini juga bagain dari evaluasi kita bersama dalam membangun Bali era baru. Dengan mengambil tema Terus Melaju dalam Bali Era Baru ini, mari bersama-sama kita majukan Provinsi yang kita cintai ini,”ujarnya.

Ada hal yang menarik yang dilakukan Adi Wiryatama sebelum menutup rapat Paripurna istimewa tersebut, mantan Bupati Tabanan ini menlantunkan kekawin Arjuna Wiwaha untuk memberikan penghormatan kepada Gubernur Koster yang akan berahir masa jabatan pertamanya beberapa minggu lagi. “Kekawin Arjuna Wiwaha yang dilantunkan ini meng interpretasikan ketika Sang Arjuna pamitan di Gunung Indra Kila karena sudah berakhir melakukan pertapaan, dan begitu juga Gubernur kita bapak Wayan Koster sudah meyasa selama lima tahun di periode pertama,”terangnya.

Baca Juga:  Mapunia Tulus Ikhlas, Bendesa Mengwitani Apresiasi Toleransi Wakil Ketua DPRD Wayan Suyasa

Sementara Gubernur Koster dalam sambutannya memaparkan pencapaian kinerja dan pelaksanaan program tatanan Bali Era Baru Berbeda. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Pidato tahun ini secara khusus disampaikan dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Bali dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-65 Provinsi Bali.

Sesuai janji politik yang disampaikan pada saat kampanye, bahwa kepemimpinan Titiang bersama Wakil Gubernur Bali, Bapak Tjok Oka Sukawati, Pembangunan Provinsi Bali diselenggarakan dengan Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023, dilaksanakan secara konsisten, teguh pendirian, dan komitmen kuat.

Visi ini adalah untuk menjaga Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali secara Niskala-Sakala. BALI ERA BARU, yaitu: Suatu Era yang ditandai dengan tatanan kehidupan baru; Bali yang Kawista, Bali kang tata-titi tentram kerta raharja, dan Bali yang gemah ripah lohjinawi, yakni tatanan kehidupan holistik yang meliputi tiga dimensi utama, yaitu: Dimensi pertama, bisa menjaga keseimbangan Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali, Genuine Bali; Dimensi kedua, bisa memenuhi kebutuhan, harapan, dan aspirasi Masyarakat Bali dalam berbagai aspek kehidupan; dan Dimensi ketiga, merupakan manajemen risiko atau risk management, yakni memiliki kesiapan yang cukup dalam mengantisipasi munculnya permasalahan dan tantangan baru dalam tataran lokal, nasional, dan global yang akan berdampak secara positif maupun negatif terhadap kondisi di masa yang akan datang.

Baca Juga:  Musorprovlub Berlangsung Kilat, Pratiksa Linggih Pimpin Wushu Bali

Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dilaksanakan berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yakni penyucian dan pemuliaan enam sumber kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan, terdiri atas: 1) Atma Kerthi, berarti Penyucian dan Pemuliaan Atman/Jiwa; 2) Segara Kerthi, berarti Penyucian dan Pemuliaan Laut dan Pantai; 3) Danu Kerthi, berarti Penyucian dan Pemuliaan Sumber Air; 4) Wana Kerthi, berarti Penyucian dan Pemuliaan Tumbuh-tumbuhan; 5) Jana Kerthi, berarti Penyucian dan Pemuliaan Manusia; dan 6) Jagat Kerthi, berarti Penyucian dan Pemuliaan Alam Semesta. Visi Pembangunan Bali diselenggarakan dengan Pola Pembangunan Semesta Berencana, meliputi Lima Bidang Prioritas, yakni: Pertama, Bidang Pangan, Sandang, dan Papan; Kedua, Bidang Kesehatan dan Pendidikan; Ketiga, Bidang Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan; Keempat, Bidang Adat, Agama, Tradisi, Seni, dan Budaya; serta Kelima, Bidang Pariwisata. Lima Bidang Prioritas tersebut didukung dengan pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi.

Baca Juga:  Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Badung Gelar Diklat SOP dan SOM

“Atas restu dan tuntunan Hyang Widhi Wasa, Ida Bhatara Sasuhunan, Ida Dalem Raja-Raja Bali, Leluhur, Lelangit, dan Guru-Guru Suci, serta kerja keras bersama jajaran Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota/Kabupaten se-Bali, Forkopimda Provinsi Bali, Pemerintahan Desa Adat, Desa/Kelurahan, dan seluruh komponen Masyarakat Bali sehingga dalam kurun 5 tahun, telah dicapai kinerja pembangunan dalam Tatanan Bali Era Baru yang fundamental dan monumental,”ujar Koster. BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR