Belantih, baliwakenews.com
Universitas Warmadewa (Unwar) melalui hibah Institusi untuk kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) melakukan budidaya, pengolahan, dan pemasaran produk yang berbahan dasar Talas.
Kegiatan yang berjudul “PKM Pengembangan Produk Pangan Berbahan Talas Pada KWT Merta Sari Sabang Belantih, Kintamani” itu dilaksanakan di Desa Belantih, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Senin 17 April 2023 lalu.
Ketua Tim PKM, I Ketut Selamet, SE. MSi., didampingi anggota Dr. Ir. Luh Suriati, MSi dan Ir. Luh Kartini, MSi menyampaikan, kegiatan di Desa Belantih baru pertama kali dilaksanakan. Namun masyarakat, khususnya kelompok KWT sangat semangat dan kompak dalam mengikuti kegiatan.
“Masyarakat di desa ini memiliki kemauan belajar yang tinggi. Apalagi segala kegiatan yang dilakukan tidak akan ada artinya tanpa keterlibatan aktif masyarakat,” kata Ketut Selamet.
Untuk diketahui, Talas merupakan hasil umbi yang mudah dicari dan masih minim dalam pengolahannya. Hal inilah yang menjadi target pelatihan khususnya pengolahan bahan yang melimpah menjadi produk yang memiliki nilai jual.
“Mempertahankan pangan olahan berbahan dasar umbi-umbian merupakan tugas
dan tanggung jawab semua pihak dalam mengurangi atau menekan penggunaan
tepung terigu di bidang pangan. Sehingga pengolahan pangan olahan Talas memiliki prospek dan peluang pengembangan yang semakin baik, ” terang Luh Suriati, mengimbuhi.
Tim PKM Unwar melihat permasalahan yang dihadapi KWT Merta Sari Sabang Belantih meliput belum memiliki pengetahuan cara
pengolahan yang baik, variasi, kualitas dan sanitasi kurang, pengolahan pangan belum berdasarkan penerapan kelayakan dasar Good Manufacturing Practice (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedure ( SSOP) agar dapat menghasilkan pangan olahan Talas yang berkualitas.
“Persoalan lain KWT belum memiliki beberapa alat dalam proses pengolahan sehingga jenis olahannya menjadi sangat terbatas, disamping Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum terampil membuat mie Talas a berkualitas dan belum memiliki teknik pengemasan yang baik, ” ungkap Luh Kartini.
Pengelolaan usaha dan keuangan juga masih menjadi kendala karena dilakukan dengan sangat sederhana, belum memiliki catatan pembukuan yang tertata dengan baik. Dari segi pemasaran juga hanya berdasarkan pesanan dan belum dipasarkan secara luas.
PKM Unwar memberikan pelatihan KWT Merta Sari Sabang Desa Belantih mulai dari pembudidayaan Talas, pengolahan menjadi produk, dan pemasaran sehingga mampu dipasarkan lebih luas dan menarik minta masyarakat. Tim PKM juga memberikan teknologi tepat guna dalam pengolahan variasi produk keripik talas aneka rasa, memberikan bantuan peralatan dan perbaikan tempat pengolahan keripik Talas.
“Kami juga memberikan pengetahuan mengenai cara pengolahan yang baik (GMP), sanitasi dan higiene pengolahan (SSOP),
pengemasan dan penyimpanan, pemasaran, kewirausahaan, dan manajemen usaha, ” ucap Ketut Selamet, sambung mengatakan juga memberikan pengetahuan pembukuan yang tertata dengan baik.
Hasil dari pelatihan kelompok KWT Merta Sari Sabang Desa Belantih telah mampu memproduksi olahan Talas antara lain menjadi mie Talas, nugget Talas, roti Talas, dan selai Talas dengan kemasan yang menarik untuk masing-masing produknya.
Perbekel Desa Belantih, I Nengah Wardana, menyampaikan kegiatan PKM Unwar di desanya ini sangat berdampak bagi masyarakat. “Khususnya dalam meningkatkan perekonomian melalui pelatihan dalam pengolahan produk,” ucapnya.
Dengan Pelatihan ini diharapkan mejadi UMKM yang dapat dikelola oleh KWT Merta Sari Sabang. Dengan semangat dan kekompakan anggota KWT Merta Sari Sabang serta hasil produk yang berbeda dari olahan talas lainnya, dapat digunakan sebagai kuliner khas Desa Belantih.
“Dengan pelatihan target luaran kami yaitu adanya diversifikasi produk, jangkauan pemasaran produk lebih luas dan berkesinambungan, peningkatan kuantitas dan kualitas produk dan omzet mitra serta ada peningkatan pengetahuan dan ketrampilan mitra dapat tercapai, ” tutur Ketut Selamet memungkasi. BWN-03
































