Tabanan, baliwakenews.com
Berupaya mengembangkan Desa Wisata Cau Belayu, Dosen Universitas Warmadewa (Unwar) mengadakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Kegiatan PKM mengambil tema “Tata Kelola Pengembangan Desa Wisata Melalui Pelatihan Perangkat Desa dan Pokdarwis di Desa Wisata Cau Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan”.
Ketua Tim PKM Unwarc, Dra. Lilik Antarini, M.Erg., menyampaikan Desa Wisata Cau Belayu dipilih sebagai lokasi PKM tahun ini karena Kepala Desa Cau Belayu mengharapkan adanya bantuan dari civitas akademika Universitas Warmadewa (Unwar) untuk mengembangkan Desa Wisata Cau Belayu.
“Kami melihat masyarakat memiliki motivasi dan semangat yang besar untuk mengembangkan Desa Wisata Cau Belayu, agar bisa sejajar dengan desa-desa wisata yang sudah maju lainnya di Indonesia pada umumnya dan Bali pada khususnya, ” ucap Lilik Antarini.
Untuk itu Tim PKM Unwar memberikan pelatihan kepada Ketua dan Anggota Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), Kepala Desa Cau Belayu beserta staf, Ketua dan Perwakilan Anggota Karang Taruna Desa Cau Belayu. Materi pelatihan yang diberikan yaitu pengembangan website desa wisata yang disampaikan secara luring (luar jaringan) oleh narasumber I Gede Suhardika Yasa, S.Kom. “Era digitalisasi saat ini sebuah website desa memang sangat diperlukan, ” ucap Gede Suhardika.
Karena dewasa ini pemerintah desa, dituntut untuk dapat menyebarkan informasi lebih cepat. “Salah satu cara agar dapat menyebarkan informasi lebih cepat adalah melalui internet. Website untuk desa merupakan representasi pemerintah desa di dunia digital, khususnya internet, ” sambungnya.
Seperti yang diketahui, bahwa di zaman serba digital seperti ini, teknologi internet perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. Tersedianya website untuk desa dapat mendorong masyarakat desa untuk terus berinovasi dalam berbagai bidang, sehingga nantinya akan berdampak baik dari sisi ekonomi ataupun dari sisi pemberdayaan masyarakat.
Selain itu website memiliki fungsi sebagai sarana informasi, sarana komunikasi, sarana branding dan memperluas jangkauan marketing. “Kemudahan dalam menjual produk dan jasa, mudah diakses, praktis dan cepat sehingga sangat cocok digunakan sebagai sarana pengembangan Desa Wisata Cau Belayu, ” pungkas Lilik Antarini.*BWN-03

































