Badung, baliwakenews.com
Summer Fights Muaythai Championship II telah berakhir Sabtu (4/6) lalu di GOR Segara Perancak, Tibubeneng, Kuta Utara. Di event tersebut menghadirkan 10 kelas yakni enam kelas profesional dan empat semi profesional dan para juara merupakan fighter terbaik di Indonesia.
Bahkan rencananya, tak butuh waktu lama, edisi III akan digeber tahun ini. Jika tak ada halangan, bulan Agustus kejuaraan serupa siap digelar kembali.
“Antusias fighter dan penonton sangat luar biasa. Karena lewat kejuaraan ini, menjadi jembatan mereka menuju event yang lebih tinggi yakni kejuaraan dunia,” ujar Promotor kejuaraan, Marcos Manurung, Senin (6/6).
Ia pun meminta pihak-pihak terkait untuk mendukungnya, atau setidaknya tidak menghambatnya. Sebab menurut pria kelahiran Sumatera Utara ini, apa yang dilakukannya semata-mata agar para atlet Muaythai Indonesia dapat berkembang dan berlaga di ajang dunia.
“Seperti saya katakan tadi, tujuan saya membuat event ini adalah untuk memberi jalan bagi fighter Indonesia agar dapat melangkah menuju pentas dunia. Mari harumkan nama bangsa dan negara sesuai bidang yang kita geluti, khususnya olahraga muaythai,” tegas Marcos.
Berlanjut ke kejuaraan, keseruan jalannya pertandingan semakin lengkap dengan kehadiran Theodorus Ginting yang bertindak sebagai komentator. Sepuluh nama keluar sebagai pemenang, mereka adalah Artem Starshih, Ferian hidayat, Jemito Martins Bere, Muhammad Baharudin Al Kafi (Menang WO), Yohanes Septianus, Maruli Saut Nainggolan, Wiski Jamus Rubiyanto, Fahri Alamsyah, Marton Tampubolon, dan Ronal Siahaan. “Indonesia memang punya petarung-petarung muda yang penuh talenta,” ujar Marcos Manurung.
Marcos berharap ini akan bisa menjadi acara rutin demi munculnya petarung-petarung tangguh dari tanah air. Sebab menurutnya, yang paling dibutuhkan para petarung saat ini adalah laga. Dimana para petarung akan terus termotivasi meningkatkan kemampuan dan menambah pengalaman. BWN-06


































