Tabanan, baliwakenews.com
Tanah longsor menerjang rumah Ferdinano Vitson Pura (56) di Perumahan Puskopad II, BTN Sanggulan, Banjar Jadi Anyar, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Selasa (27/10) malam. Rumahnya rusak parah, sedangkan Ferdinano dan anaknya, Veronica Sulastri Putri Pura (21), mengalami luka-luka.
Saat kejadian, Ferdinano hanya berdua dengan Veronica di rumah. Istrinya sedang tidak berada di tempat. Di tengah hujan deras, Ferdinano sedang memperbaiki atap bocor dengan berdiri di atas kursi plastik.
Tiba-tiba, tanah longsor dari lahan di atas rumahnya menerjang dinding dapur, disertai pohon lamtoro berukuran besar. Benturan keras membuat tubuh Ferdinano terhempas.
“Saya seperti terbang dihantam tembok. Saya tidak mendengar ada suara gemuruh karena fokus membetulkan yang bocor,” ungkap Ferdinano saat ditemui di lokasi, Rabu (28/10).
Tak lama kemudian, Veronica menghampiri ayahnya. Namun, tembok lainnya kembali roboh hingga tubuh Veronica tergencet reruntuhan. Ia mengalami luka pada jari tangan dan kaki kanan serta memar dan nyeri di bagian perut. Hingga Rabu, Veronica masih dirawat di RSUD Tabanan.
Sementara itu, Ferdinano mengalami luka hingga berjalan sedikit pincang. Ia mengaku telah tinggal di rumah tersebut selama 16 tahun. Untuk sementara, ia menumpang di rumah kerabat sembari menunggu pembersihan oleh BPBD Tabanan.
Meski mengaku trauma, Ferdinano berusaha menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
“Sebagai manusia, pasti trauma. Tapi kita harus berdamai dengan keadaan. Ini adalah musibah,” pungkasnya.
Longsor juga menerjang dua rumah di dekat kediaman Ferdinano. Namun, kerusakannya tidak separah rumahnya. Seluruh penghuni kedua rumah tersebut selamat tanpa mengalami luka-luka. BWN-06
































