Nusa Dua, baliwakenews.com
Awal Agustus lalu, hempasan ombak besar di pesisir Nusa Dua membuat kawasan wisata Waterblow porak-poranda. Mesin tiket elektronik rusak, fasilitas terguncang, hingga pengunjung terpaksa dipulangkan. Ikon wisata yang biasanya ramai dengan decak kagum wisatawan itu kini harus ditutup sementara.
“Memang masih ditutup,” ujar General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, Selasa (19/8/2025). Ia mengakui, fenomena ombak besar itu menjadi pengingat kuat bahwa alam selalu punya kuasa.
Namun, penutupan tidak berarti berakhirnya aktivitas. Pihak pengelola memilih langkah lebih jauh, yaitu merenovasi Waterblow dengan konsep baru agar lebih tangguh menghadapi kerasnya lautan.
“Kita targetkan dua bulan ke depan selesai. Tapi rencananya, beberapa hari lagi sudah bisa dicoba dibuka kembali,” ungkap Dwiatmika optimis.
Renovasi mencakup banyak aspek, mulai dari penggantian mesin tiket yang rusak hingga penataan ulang posisi fasilitas agar lebih aman dari potensi terjangan ombak. Menariknya, perbaikan ini dikerjakan secara mandiri oleh pengelola, dengan dukungan Pemkab Badung dan BPD khusus untuk mesin tiket.
“Waterblow bukan sekadar aset wisata, tapi ikon yang ikut membangun citra Bali sebagai destinasi kelas dunia,” tambahnya.
Kini, kawasan itu masih sunyi. Hanya suara deburan ombak terdengar dari balik pagar penutup, sementara para pekerja sibuk merapikan area. Meski sepi, ada janji yang sedang dipersiapkan: sebentar lagi Waterblow akan kembali menghadirkan semburan atraksinya, bukan hanya air laut yang membumbung, tapi juga semangat baru menjaga keseimbangan antara alam dan pariwisata.BWN-04

































