Baliwakenews.com – Pagi itu, warung nasi milik Bu Yani di Denpasar ramai pembeli. Hampir semua bayar pakai QRIS. Praktis, tanpa uang tunai.
Tapi saat malam tiba dan ia memeriksa mutasi rekening, hanya ada satu transaksi masuk. Padahal, pembeli puluhan.
Curiga, Bu Yani mengecek stiker QRIS yang tertempel di meja. Ia kelupas perlahan. Ternyata… QRIS miliknya tertutup stiker baru. QRIS palsu. Seharian penuh, uang para pelanggan masuk ke rekening orang lain.
Penipuan dengan modus QRIS palsu kini makin sering terjadi. Pelaku cukup mencetak QRIS milik mereka sendiri, lalu menempelkannya diam-diam di tempat usaha orang lain. Warung makan, toko kelontong, bahkan kotak amal jadi sasaran.
“Konsumen harus hati-hati. Pastikan nama penerima yang muncul sesuai dengan nama toko,” kata Filianingsih Hendarta dari Bank Indonesia.
Masalahnya, banyak orang terburu-buru saat scan. Nama penerima jarang dicek. Sementara pelaku makin cerdas, bahkan membuat nama akun yang mirip dengan nama toko.
Bank Indonesia dan kepolisian mengingatkan, jangan remehkan kode QR. Meski kecil dan diam, ia bisa jadi alat kejahatan. Pastikan QRIS asli. Pastikan nama penerima. BWN-07

































