Waspada Cuaca Ekstrim, Bali Dikepung Tanah Longsor

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Hujan lebat sejak beberapa minggu belakangan menyebabkan beberapa wilayah di Bali mengalami tanah longsor. Bahkan bencana alam yang terjadi pada Sabtu 6 Pebruari 2021 itu, menyebabkan beberapa ruas jalan lumpuh tertimbun tumpukan tanah.

Bencana tanah longsor terjadi di Desa Belok Sidan, Petang, Badung. Sebagian areal Pura Subak Merta Sari di Dusun Jempanang, amblas. Tembok penyengker pura rusak, hingga menimbulkan kerugian puluhan juta rupiah.

Hal serupa juga terjadi di tiga kabupaten lainnya. Yakni, Buleleng, Bangli dan Gianyar. Bahkan di Kabupaten Buleleng dikabarkan dua lokasi tanah longsor. Diantaranya, senderan setinggi 15 meter di Dusun Lebah, Sekumpul, Sawan, menutup akses jalan. Tak hanya itu, tumpukan tanah dan bebatuan juga menyebabkan tembok dan palinggih warga setempat hancur.

Baca Juga:  Wujudkan Kebersamaan Dalam Perbedaan, Sekretariat DPRD Bali Gelar "Mebat"

Sedangkan kejadian kedua di Buleleng, terjadi di Dusun Lemaya, Lemukih, Sawan. Turap atau dingding tebing dari batu milik warga amblas. Longsoran itu hingga menutupi sebagian jalan.

Sementara di Kabupaten Gianyar, tebing di Banjar Bunteh, Desa Kerta, Payangan, Gianyar, amblas. Longsor tersebut menyebabkan tertimbunnya jalan di banjar setempat. Akibatnya hampir setengah hari warga tak bisa melintas. Kemudian petugas serta masyarakat membersihkan material yang menimbun jalan.

Baca Juga:  "Rayakan Perbedaan" Pemkot Denpasar Peringati Hari Peduli Autisme Sedunia 2025

Sedangkan di Kabupaten Bangli, tebing yang longsor dan pohon besar tumbang menutup jalur Bangli-Singaraja. Masih di Bangli, hal serupa terjadi di beberapa titik. Seperti, pohon tumbang disertai tebing longsor dari bukit Terunyan. Selanjutnya di Banjar Tandang, Desa Batur Selatan dan di Banjar Jaya Maruti.

Sebelumnya, Kepala Pusat Meteorologi Publik, BMKG, Fachry Radjab mengatakan, untuk tiga hari ke depan perlu diwaspadai potensi terjadinya hujan lebat di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Bali. Menurutnya, hujan ekstrem tersebut sangat berpotensi menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor yang dapat membahayakan bagi publik, serta hujan lebat disertai kilat atau petir dan gelombang tinggi yang membahayakan pelayaran dan penerbangan.
BWN-01/BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR