Mangupura, baliwakenews.com
Tingginya kebutuhan layanan kesehatan mata di masyarakat terlihat dari membludaknya peserta dalam kegiatan pemeriksaan mata gratis yang digelar di Banjar Teba, Jimbaran, Selasa (23/6/2026). Sejak pagi, warga dari Banjar Teba dan berbagai wilayah di Desa Adat Jimbaran berdatangan untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan mata, pembagian kacamata gratis hingga operasi katarak tanpa dipungut biaya.
Program sosial yang merupakan hasil kerja sama Banjar Teba dengan John Fawcett Foundation (JFF) ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak warga mengaku terbantu karena bisa mendapatkan layanan kesehatan mata yang selama ini sulit diakses akibat keterbatasan biaya.
Kepala Lingkungan Banjar Teba, Wayan Arnawa, mengatakan tingginya animo warga menunjukkan bahwa kebutuhan layanan kesehatan mata masih sangat besar. Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pemeriksaan mata, tetapi juga kacamata gratis dan tindakan operasi katarak bagi warga yang memenuhi syarat medis.
“Mulai dari pengecekan mata, pemberian kacamata hingga operasi katarak semuanya dilakukan secara gratis. Sasaran kegiatan tidak hanya warga Banjar Teba, tetapi juga masyarakat Desa Adat Jimbaran, termasuk dari kelurahan, LPD Jimbaran dan masyarakat umum lainnya,” ujarnya.
Arnawa menjelaskan, kegiatan serupa bukan kali pertama digelar. Program kesehatan mata gratis ini bahkan sudah beberapa kali dilaksanakan di Banjar Teba, termasuk sebelum pandemi Covid-19. Melihat tingginya antusiasme masyarakat setiap kali kegiatan berlangsung, pihaknya berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan JFF agar layanan tersebut dapat berlanjut.
Menurutnya, setiap pelaksanaan kegiatan biasanya disiapkan sekitar 300 kacamata gratis bagi warga yang membutuhkan. Jumlah tersebut hampir selalu terserap karena tingginya minat masyarakat untuk memeriksakan kesehatan mata mereka.
“Masih banyak warga yang membutuhkan layanan seperti ini. Karena itu kami berharap program ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.
Dalam kegiatan kali ini, empat warga dijadwalkan menjalani operasi mata. Namun satu orang belum dapat menjalani tindakan karena kondisi tekanan darah dan kadar gula darah yang masih tinggi. Meski demikian, warga tersebut tetap akan mendapatkan pendampingan dan dapat menjalani operasi di kantor JFF Sanur setelah kondisi kesehatannya membaik.
Selain memberikan layanan kesehatan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata. Arnawa menyoroti semakin tingginya penggunaan gadget, termasuk di kalangan anak-anak, yang berpotensi memengaruhi kesehatan penglihatan apabila digunakan secara berlebihan.
“Penggunaan handphone yang terlalu lama perlu mendapat perhatian. Karena itu perlu dibarengi edukasi dan sosialisasi mengenai dampaknya terhadap kesehatan mata,” tegasnya.
Ia berharap semakin banyak pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta, yang terlibat dalam program pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. BWN-04

































