Denpasar, baliwakenews.com
Warga Denpasar mengaku takut keluar malam setelah munculnya postingan teror yang dilakukan segerombolan remaja yang menyebut dirinya Geng Gaza. Viralnya hal itu, ditanggapi Polda Bali.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Jansen Avitus Panjaitan mengatakan, masyarakat khususnya warga Denpasar agar tidak terpengaruh dengan isu-isu tersebut. “Situasi Kamtibmas Bali khususnya kota Denpasar sampai saat ini aman dan kondusif, tidak perlu ada yg ditakutkan dalam beraktifitas sehari-hari,” katanya, Selasa (28/5).
Jansen membenarkan adanya kelompok anak-anak remaja yang berstatus masih pelajar. Dan kelompok Gaza tersebut sudah diamankan Polresta Denpasar pada jumat 24 Mei 2024 sekitar pukul 00.30 Wita. “Mereka dibekuk di Lapangan Lumintang, Denpasar Utara, saat akan tawuran melalui media sosial dengan kelompok tertentu,” bebernya.
Dari hasil interogasi, mereka mengakui kelompok Gaza beranggotakan sekitar 80 orang dari beberapa sekolah SMP di Denpasar dan sering nongkrong di beberapa tempat.
Setelah mengamankan anak-anak anggota Gaza, selanjutnya Polresta Denpasar memanggil para orang tua, kepala sekolah dan perwakilan Disdikpora Kota Denpasar, untuk selanjutnya mencari solusi mengenai kelompok Gaza tersebut.
“Kami Polda Bali sangat berterimakasih kepada seluruh pihak, khususnya dalam penanganan peristiwa tersebut, dimana hasil kesepakatan antara anak-anak pelajar anggota Gaza, para orang tua, kepala sekolah dan Disdikpora, Menyatakan dengan pernyataan tertulis dan testimoni vidio,” beber Jansen.
Dia mengatakan, jika Geng Gaza akan dibubarkan dan tidak akan mengulangi perbuatan yang melanggar hukum. “Pihak orang tua dan kepala sekolah menyatakan akan mengawasi, membimbing dan mendidik lebih ketat lagi anak-anak tersebut agar tidak mengulangi kejadian yang sama dan tidak melakukan perbuatan melanggar hukum,” tegasnya. BWN-01

































