Kutsel, baliwakenews.com
Dugaan pencurian air PDAM yang terjadi di kawasan Bangbang Bendot, Kuta Selatan mendapat atensi serius jajaran PDAM Badung. Bahkan Satuan Pengawas Intern (SPI) terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Termasuk terkait jumlah kerugian yang dilami serta kemungkinan ada kasus yang sama di tempat lain.
Hal Itu diungkapkan Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung, Wayan Suyasa. Pihaknya masih menunggu laporan Satuan Pengawas Intern (SPI) yang masih terus bekerja di lapangan tentang hasil investigasi di lapangan. Rencananya, Rabu besok pihaknya akan menanyakan ke SPI tentang perkembangan kasus tersebut.
Karena saat ini SPI sedang bekerja untuk terus mengungkap secara detail akan kasus tersebut. Baik menyangkut kerugian yang dialami serta tindak lanjut terhadap kasus tersebut. Termasuk juga menelusuri kemungkinan ada kasus sejenis di tempat lainnya. Pihaknya juga berencana akan menambah pompa untuk memaksimalkan dorongan distribusi air ke kawasan bukit. “Rencana ya kami akan tambah dua pompa lagi,” ujarnya, Selasa 25 April 2023 sembari mengungkapkan pencurian air sangat berpengaruh terhadap distribusi ke pelanggan.
Lanjutnya, karena biasanya kalau terjadi pencurian, maka air akan terus mengalir di lokasi tersebut sehingga mengganggu distribusi ke kawasan lainnya. Sejauh ini yang juga menjadi kendala biasanya ketika terjadi hujan lebat dan air baku menjadi keruh.
“Ditambah lagi dengan adanya pencurian akan membantu kendala pendistribusian ke pelanggan,” ujarnya sembari menambahkan saat ini total distribusi ke kawasan Kutsel sebanyak 850 liter per detik.
Dia mengharapkan dukungan masyarakat agar senantiasa menginformasikan ketika terjadi dugaan pencurian air di wilayahnya sehingga bisa segera ditindaklanjuti. BWN-04

































