Tradisi “Mepatung Ulam Bawi”, Simbol Gotong Royong dan Kepercayaan pada LPD Kedonganan

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Menjelang Hari Raya Galungan yang jatuh pada 19 Desember 2025, tradisi “mepatung ulam bawi” (pembagian daging babi) kembali digelar oleh Labda Pacingkreman Desa (LPD) Kedonganan. Kegiatan yang terlaksana pada Senin (17/11/2025) ini bukan sekadar ritual pembagian daging, melainkan ekspresi gotong royong dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga adat.

Tahun ini, jumlah penerima paket daging meningkat signifikan menjadi 4.500 orang, bertambah 500 orang dibanding tahun sebelumnya. Total daging yang dibagikan mencakup 11,25 ton babi dan 4,5 ton ayam, yang dikemas dalam 2,5 kg daging babi dan 1 kg daging ayam per paket, ditambah dana pembelian bumbu.

Baca Juga:  Wabup Bagus Alit Sucipta Hadiri Rakerda PDPM Kabupaten Badung

Ketua LPD Kedonganan, AA Ngurah Windu Putra, menyebut peningkatan ini sebagai indikator bertambahnya kepercayaan krama dan nasabah terhadap LPD. “Kenaikan jumlah peserta sejalan dengan pertumbuhan aset dan laba LPD. Ini bukti bahwa LPD bukan hanya mengelola keuangan desa adat, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan dan solidaritas krama,” ujarnya.

Distribusi daging dilakukan merata melalui prajuru banjar dan Kelian Adat, tetap mengedepankan prinsip Sagilik Saguluk, Sabeantaka, Paras Paros Sarpanaya sebagai wujud kesetaraan. Setiap krama dengan saldo minimal Rp200.000 berhak menerima paket, sementara untuk krama tamiu disyaratkan saldo Rp10 juta.

Baca Juga:  Hari Terakhir PKB, Sanggar Seni Tindak Alit, Bawakan Karya-karya Seniman Badung

Acara diawali penyerahan simbolis kepada para Kelian Banjar se-Desa Adat Kedonganan, disusul dengan pemberian dana motivasi bagi setiap banjar dalam rangka HUT ke-25 LPD Kedonganan bulan depan. Rangkaian lomba seperti parade pagongan, lomba ngelawar, dan kuis adat akan digelar untuk merayakan hari jadi tersebut.

Bendesa Adat Kedonganan, Wayan Sutarja, menegaskan bahwa tradisi ini menunjukkan peran besar LPD sebagai tulang punggung adat. “LPD hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai penguat jalinan persatuan melalui budaya dan tradisi. Tradisi mepatung ini menjadi momentum membangun rasa kebersamaan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Dorong Masyarakat Selesaikan Sampah Langsung di Sumbernya, Ibu Putri Koster Turun Langsung Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Bersama Masyarakat

Antusiasme krama yang mengikuti tradisi ini menunjukkan betapa kental nilai gotong royong dan kepercayaan masyarakat terhadap LPD dalam menjaga ajegnya adat di era modern. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR