Tingkatkan Kualitas Layanan, DAPD Buleleng Sosialisasi SRIKANDI dan Diorama Virtual

Iklan Home Page

Singaraja, baliwakenews.com

Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Kabupaten Buleleng menggelar Sosialisasi Diorama Arsip Konvensional dan Diorama Arsip Virtual Soenda Ketjil, serta pengembangan program inovatif SRIKANDI BULELENG (Sinergitas Revitalisasi Inovatif Kekayaan Arsip dan Nilai Daerah Integratif), dalam upaya meningkatkan kualitas layanan serta memperkuat nilai-nilai daerah. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat DAPD Kabupaten Buleleng, Selasa 17 Desember 2024, dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pengelola perpustakaan sekolah, serta tim efektif DAPD.

Dipimpin langsung oleh Kepala DAPD Buleleng, Made Era Oktarini, rapat ini menjadi momentum untuk memperkenalkan program unggulan yang bertujuan mengintegrasikan pengelolaan arsip berbasis digital dan konvensional. “Sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan program SRIKANDI Buleleng kepada berbagai pihak, termasuk pengelola perpustakaan SMP. Ke depan, kami akan memperluas jangkauan sosialisasi ke sekolah-sekolah lain,” jelas Made Era Oktarini.

Baca Juga:  Januari Sampai April, DBD di Denpasar Tembus 832 Kasus

Program SRIKANDI Buleleng dirancang untuk menguatkan kolaborasi lintas instansi, termasuk Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kominfosanti. Salah satu implementasinya adalah pengembangan Diorama Virtual Soenda Ketjil, yang menjadi pusat edukasi berbasis arsip sejarah lokal.

“Kami juga akan memperluas diorama ini ke Museum Jagaraga atau Museum Buleleng untuk meningkatkan potensi kunjungan dan kontribusi retribusi budaya,” tambah Made Era Oktarini.

Baca Juga:  Bagi Masker di Pegayaman, Dandim Buleleng dan Rektor Undiksha Turun Tangan

Program ini juga didukung dengan peningkatan akreditasi perpustakaan desa dan sekolah. Hingga kini, DAPD Buleleng telah membantu akreditasi 23 perpustakaan, sambil terus mempromosikan keberadaan SRIKANDI Buleleng. Respons dari masyarakat cukup positif, terutama dalam upaya melestarikan sejarah lokal melalui pengelolaan arsip berbasis teknologi.

“Diorama Virtual Soenda Ketjil juga akan dilengkapi koleksi terkait tokoh sejarah seperti I Gusti Ketut Pudja, untuk memberikan wawasan baru kepada masyarakat,” jelasnya. Dengan berbagai langkah inovasi ini, DAPD Buleleng optimis mampu mendorong pelestarian arsip daerah sekaligus meningkatkan potensi budaya dan pariwisata di Kabupaten Buleleng.

Baca Juga:  Air Terjun Bengbengan, Surga Tersembunyi di Lemukih

Melalui sinergi dengan berbagai instansi, program SRIKANDI Buleleng diharapkan dapat menjadi model pengelolaan arsip berbasis integratif yang menghubungkan nilai sejarah dengan kebutuhan masa kini. Ke depan, diorama-diorama arsip ini akan menjadi sarana edukasi yang relevan bagi generasi muda dan pengembangan budaya daerah. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR