Denpasar, baliwakenews.com
Rektor Undiknas, Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa S.T., S.Sos., M.M., IPM., ASEAN Eng, menyatakan dukungan terhadap upaya Gubernur Bali, Wayan Koster untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Bali dengan menggulirkan program Satu Keluarga Satu Sarjana. Namun ia masih mempertanyakan mekanisme dari program tersebut.
“Kami di Undiknas sudah sejak lama melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk masyarakat yang tidak mampu, hanya bentuknya beda. Jadi dengan program ini kami sangat dukung,” ujarnya saat di wawancara, Kamis 5 Juni 2025, di ruang kerjanya.
Program satu keluarga satu sarjana sesungguhnya bagus baik untuk mewujudkan indeks pembangunan SDM masyarakat Bali. Dukungan ini sebagai upaya Undiknas membantu masyarakat dalam peningkatan sumber daya manusia seperti yang selama ini sudah dilakukan.
“Sekarang persoalannya bagaimana mekanismenya, apakah misalnya direkomendasi oleh pemerintah Provinsi Bali melalui daerah-daerah, atau dengan surat ketarangan miskin dari kepala desa. Apa ada proses seleksi agar nilai akademiknya sesuai standar, dan kesanggupan untuk menyelesaikan pendidikan sarjana jangan sampai diberikan beasiswa, tidak mampu menyelesaikan dan masa studinya panjang itu menimbulkan persoalan baru nantinya. Ini masih belum jelas,” ungkapnya.
Persoalan lain adalah dengan uang saku yang diberikan Rp1.400.000 per bulan apakah cukup untuk biaya kos dan biaya hidup di Denpasar?
Mempertimbangkan hal tersebut, Prof. Subawa mengatakan Undiknas menawarkan program studi Managemen dengan skema pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Ini program unggulan kami yang sudah mengantongi ijin dari kementeria. Jadi dengan PJJ, mahasiswa bisa belajar dimana saja dan kapan saja, sehingga tidak harus mengeluarkan biaya kos di Denpasar,” ucapnya.
Selain itu dengan program ini lebih memungkinkan bagi PTS untuk menekan biaya. Hanya saja mempertimbangkan mahasiswa yang akan dibantu adalah masyarakat kurang mampu maka prasarana seperti laptop dan jaringan internet harus tersedia.
“Yang penting saat ini adalah dirancang mekanisme yang jelas dan kesiapan dari PTS di Bali untuk menjalankannya,” pungkasnya. BWN-03

































