Tak Perlu Keluar Terminal, Transfer di Bandara Ngurah Rai Kini Cuma 15 Menit

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Penumpang yang melakukan penerbangan lanjutan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali kini dapat berpindah terminal dengan lebih cepat. Jika sebelumnya proses transfer dari terminal internasional ke domestik rata-rata membutuhkan waktu 90 menit, kini waktu tersebut dipangkas menjadi sekitar 15 menit berkat operasional Jembatan Penghubung Transfer Terminal Internasional-Domestik.

Fasilitas baru tersebut mulai dimanfaatkan penumpang bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Penumpang Garuda Indonesia GA715 rute Sydney (SYD)-Bali (DPS) menjadi pengguna pertama fasilitas tersebut.

Sebanyak 16 penumpang penerbangan yang tiba di Bandara Ngurah Rai pukul 14.40 WITA itu langsung diarahkan menuju terminal domestik melalui jembatan transfer untuk melanjutkan perjalanan ke Cengkareng, Surabaya, dan Kulon Progo.

Dengan fasilitas tersebut, penumpang tidak perlu lagi keluar dari terminal kedatangan internasional, kemudian masuk kembali melalui terminal keberangkatan domestik. Mereka cukup mengikuti jalur transfer yang telah disediakan.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, mengatakan fasilitas tersebut dihadirkan untuk membuat proses perpindahan penumpang antarterminal menjadi lebih praktis sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jasa.

Baca Juga:  Dianiaya di Turnamen Futsal, Tangan Siswi SMA Patah

“Dalam momentum peringatan hari kemerdekaan, dengan bangga kami mempersembahkan fasilitas terbaru di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang dihadirkan untuk semakin mempermudah proses transfer antarterminal, serta untuk meningkatkan pengalaman pelanggan atau customer experience,” ujar Nugroho Jati.

Efisiensi tidak hanya dirasakan penumpang, tetapi juga dalam proses bagasi. Penumpang transfer yang telah memiliki boarding pass lanjutan tidak perlu mengambil bagasi tercatat. Bagasi akan diproses secara simultan oleh ground handling dan maskapai untuk penerbangan berikutnya.

Dari sisi waktu, perubahan tersebut cukup signifikan. Transfer dari terminal kedatangan internasional menuju keberangkatan domestik yang sebelumnya rata-rata membutuhkan 90 menit, kini dapat diselesaikan sekitar 15 menit.

Sementara itu, proses bagasi pada rute tersebut yang sebelumnya bisa mencapai 150 menit, kini dipangkas menjadi sekitar 45 menit.

Efisiensi juga berlaku untuk arah sebaliknya. Transfer dari kedatangan domestik menuju keberangkatan internasional yang sebelumnya membutuhkan rata-rata 70 menit untuk penumpang dan 120 menit untuk bagasi, kini dapat dilakukan lebih cepat melalui fasilitas tersebut.

Baca Juga:  Parwata Terima Audiensi Mahasiswa UHN IGBS, Siap Fasilitasi Kegiatan Kampus

“Dengan fasilitas ini, penumpang transfer yang telah memiliki boarding pass lanjutan tidak perlu keluar gedung terminal kedatangan dan kembali masuk ke terminal keberangkatan. Demikian pula penumpang transfer tidak perlu mengambil bagasi tercatat,” jelas Nugroho.

Pada hari yang sama, fasilitas tersebut juga langsung digunakan untuk rute domestik menuju internasional. Sebanyak enam penumpang Garuda Indonesia GA420 rute Cengkareng (CGK)-Bali (DPS) menjadi pengguna pertama layanan transfer dari terminal kedatangan domestik menuju terminal keberangkatan internasional.

Meski memangkas waktu, fasilitas transfer tersebut tetap dilengkapi berbagai titik pemeriksaan sesuai ketentuan. Di dalamnya tersedia konter Imigrasi, Bea Cukai, Badan Karantina, serta security check point, termasuk pemeriksaan dokumen All Indonesia.

Akses dari terminal kedatangan internasional berada di arrival hall dan mengarahkan penumpang menuju terminal keberangkatan domestik di Gate 1. Sementara itu, dari terminal kedatangan domestik, akses berada di depan pintu keluar kedatangan dan terhubung dengan Gate 1 terminal keberangkatan internasional.

Baca Juga:  Wabup Suiasa Ikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Untuk menunjang aksesibilitas, jembatan transfer dilengkapi eskalator dan lift, termasuk fasilitas bagi penumpang yang membutuhkan layanan khusus seperti pengguna kursi roda.

Nugroho mengatakan pemanfaatan fasilitas tersebut ke depan akan terus diperluas. Bandara Ngurah Rai menargetkan semakin banyak maskapai dapat melayani penumpangnya melalui jalur transfer antarterminal tersebut.

“Ke depannya, kami menargetkan untuk secara berkesinambungan menambah jumlah maskapai penerbangan yang penumpangnya dapat dilayani fasilitas ini,” pungkasnya.

Operasional jembatan transfer tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari maskapai penerbangan, ground handling, Imigrasi, Bea Cukai, hingga Badan Karantina.

Dengan penggunaan perdana oleh 16 penumpang Garuda Indonesia GA715 dari Sydney, Bandara Ngurah Rai kini memiliki jalur transfer antarterminal yang memangkas waktu perjalanan secara signifikan, sekaligus menghadirkan proses perpindahan yang lebih cepat, praktis, dan seamless.BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR