Tak Mampu Tampung Penonton Membludak, Venue Dresta Lango Pecatu Siap Diperluas

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Ledakan penonton dalam gelaran Dresta Lango II Desa Adat Pecatu menjadi sinyal kuat perlunya perluasan venue. Lonjakan pengunjung yang mencapai tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya membuat Lapangan Kuru Setra tak lagi mampu menampung lautan penonton, terutama saat pawai ogoh-ogoh pada malam pengerupukan.

Sejak sore hingga malam hari, kawasan lapangan dipadati masyarakat dan wisatawan yang ingin menyaksikan parade ogoh-ogoh, ikon utama Dresta Lango. Kepadatan bahkan meluber hingga ke luar area, memaksa panitia melakukan berbagai penyesuaian di lapangan.

Melihat kondisi tersebut, Desa Adat Pecatu langsung bergerak cepat dengan merancang strategi perluasan area kegiatan. Rencana ini telah disampaikan kepada Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, saat menghadiri pembukaan pawai dan meninjau langsung lokasi acara.

Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta, menegaskan, membeludaknya penonton menjadi indikator kuat bahwa Dresta Lango telah berkembang menjadi agenda budaya berskala besar.

“Penonton sangat membludak, terutama saat pawai ogoh-ogoh. Ini menunjukkan daya tariknya luar biasa, tidak hanya bagi krama, tetapi juga wisatawan,” ujarnya.

Menurutnya, keterbatasan kapasitas Lapangan Kuru Setra kini menjadi tantangan utama. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah perluasan area melalui skema tukar guling lahan dengan sekolah dasar di sisi utara lapangan.

Baca Juga:  Kabalitbang I Wayan Suambara Paparkan Program Inovasi Unggulan Pemkab Badung

“Rencana ini sudah mendapat respons positif. Ke depan kami ingin penataan lebih optimal agar pengunjung lebih nyaman,” tambahnya.

Tak hanya venue utama, penataan kawasan pendukung juga mulai diubah. Area stan kuliner yang sebelumnya berada di dalam lapangan kini dipindahkan ke sepanjang Jalan Goa Lempeh untuk mengurangi kepadatan dan memberi ruang lebih luas bagi penonton.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Yowana Desa Adat Pecatu, Made Candra, menyebut lonjakan pengunjung tahun ini sudah terlihat secara kasat mata.

“Secara visual peningkatannya sangat signifikan, bisa sampai tiga kali lipat. Bahkan sekarang banyak wisatawan yang memang menjadwalkan diri datang ke Dresta Lango,” jelasnya.

Puncak acara yang digelar Jumat (20/3/2026) berlangsung meriah dengan dukungan 27 stan kuliner serta beragam lomba budaya, mulai dari ukir buah, tapel ogoh-ogoh, hingga seni tari dan tabuh yang melibatkan generasi muda. Sejumlah inovasi juga ditambahkan, seperti lomba meracik arak dan lomba menggambar untuk anak-anak.

Di balik membludaknya penonton, dampak ekonomi langsung juga dirasakan masyarakat. Lapak-lapak dadakan bermunculan di sekitar lokasi, memberikan peluang usaha bagi warga lokal hingga pelaku usaha kecil.

Baca Juga:  Berkas Lengkap, Pemalsu Surat Rapid Test Segera Disidang

Ketua Baga Pawongan Desa Adat Pecatu, I Nyoman Taka, menegaskan pengembangan Dresta Lango tetap berlandaskan pada pelestarian budaya.

“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya ramai, tetapi juga tetap menjaga nilai tradisi dan melibatkan generasi muda,” ujarnya.

Karenanya dia bersama Yowana terus berkolaborasi untuk mempersiapkan even tahunan ini agar lebih nyaman dan representatif ke depannya.

Taka juga menjelaskan selain dimeriahkan beberapa lomba dari pagi, dalam puncak Pesta Rakyat ini juga dilakukan penyerahan hadiah serta berbagai hiburan dan musik.

Diantaranya penyerahan Hadiah Lomba Lawar oleh Ketua LPM (Desa Dinas), Penyerahan Hadiah Mix Arak oleh Ketua BPD (Desa Dinas), Penyerahan Hadiah Menggambar dan Mewarnai oleh Ir. Made Kartika (Unsur Adat/Kelian Pasraman), Penyerahan Hadiah Lomba Tapel oleh Perbekel Pecatu (Desa Dinas), Penyerahan Hadiah Fruit Carving oleh I Wayan Wijana, SH (Unsur Adat), Penyerahan Hadiah Tari Panyembrahma oleh Pak Prof Wy. Suartana / I Wayan Nomer Widiarta (unsur Shaba Desa) serta Penyerahan Hadiah Tari Rejang Taman Sari oleh Kelian Baga Pawongan (Unsur Adat).

Dalam kesempatan ini juga dilakukan Penyerahan Hadiah Lomba Ogoh-ogoh Kategori Umum oleh Kelian Desa Adat / Kelian Yowana dan Ketua Karang Taruna, Penyerahan Hadiah Juara Ogoh-ogoh dan Fragmentari kategori Sekaa Teruna oleh Kelian Desa Adat bersama Kelian Baga Pawongan.

Baca Juga:  Berjalan Sukses, KONI Badung Rencana Tambah 3 Cabor di Sport Tourism

Dalam kesempatan tersrbut juga diumumkan pemenang lomba digelar pada anggal 17 Maret 2026.

Untuk lomba Ngelawar Juara 1 yakni Banjar Dinas Buana Sari (273 point), Juara 2 Banjar Adat Kauh (268 point) dan Juara 3 Umah Sanghyang (257 point) Sedangkan untuk Juara Harapan I diraih Bustegeh (253 point), Harapan 2 Artebok (242 point) dan Harapan 3 Biduk (216 point) Untuk Lomba Meracik Arak Juara 1 Erda Ariestya (254 point), Juara 2 I Kadek Parnawata (243 point), Juara 3, I Putu Pande Rangga Krisna (242 point).

Keluar sebagai juara Favorit dalam loma ini yaitu, I Kadek Sulendra, I Kadek Suda, Juliandika serta Novita Wulandari. Mengingat antusias penonton yang terus meningkat. Dengan tren peningkatan yang terus terjadi, Desa Adat Pecatu bersama Yowana dan Sekaa Teruna berkomitmen menjadikan Dresta Lango sebagai agenda budaya unggulan. Perluasan venue pun diproyeksikan menjadi langkah penting agar kemeriahan acara di masa mendatang tetap nyaman, tertata, dan mampu menampung antusiasme penonton yang kian membesar. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR