Jakarta, baliwakemews.com – Ubi talas rebus kembali disorot sebagai salah satu sumber pangan lokal yang kaya manfaat bagi kesehatan. Ahli medis menyebut, umbi-umbian seperti talas tidak hanya mampu menggantikan sumber karbohidrat utama, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan nutrisi masyarakat.
Talas dikenal sebagai makanan rendah lemak dan bebas gluten, namun tinggi serat serta karbohidrat kompleks. Kandungan ini membuat talas cocok dikonsumsi sebagai sumber energi jangka panjang yang tidak menyebabkan lonjakan drastis pada kadar gula darah.
“Serat dalam talas membantu melancarkan pencernaan dan dapat menurunkan risiko gangguan metabolik seperti diabetes dan kolesterol tinggi,” kata seorang ahli medis dalam keterangannya, Selasa (21/5). Selain itu, kalium yang terkandung dalam talas juga dinilai efektif membantu mengatur tekanan darah.
Talas juga mengandung vitamin C, mangan, dan polifenol—zat antioksidan alami yang penting untuk meningkatkan sistem imun serta menangkal radikal bebas.
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak mengonsumsi talas dalam kondisi mentah. “Talas mentah mengandung senyawa oksalat yang dapat berdampak buruk pada kesehatan jika tidak diolah dengan benar. Proses perebusan yang matang dapat menghilangkan senyawa tersebut,” ujar ahli tersebut.
Ahli gizi dan medis sepakat bahwa pemanfaatan pangan lokal seperti talas perlu lebih digencarkan, terlebih di tengah tren makanan olahan cepat saji. Selain bernilai gizi tinggi, talas juga mudah didapat di pasar tradisional dan harganya relatif terjangkau.
Pemerintah daerah dan lembaga terkait pun diminta aktif melakukan edukasi dan promosi konsumsi pangan lokal sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan dan pola hidup sehat masyarakat Indonesia. BWN-01


































