Denpasar, Baliwakenews.com
Tongkat estafet kepemimpinan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali resmi berganti. Achris Sarwani dikukuhkan sebagai Kepala Perwakilan BI Bali menggantikan Erwin Soeriadimadja yang memasuki masa purnabakti.
Pengukuhan yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kompleks Kantor Gubernur Bali, Jumat (22/5/2026), menjadi momentum penting di tengah tantangan ekonomi global dan upaya Bali menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang melesat di atas nasional.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menegaskan, kepemimpinan baru di BI Bali diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang lebih berkelanjutan.
“Pengembangan quality tourism dan diversifikasi sektor unggulan seperti pertanian, industri kreatif, termasuk UMKM harus terus diperkuat agar Bali memiliki sumber pertumbuhan ekonomi baru,” tegas Destry.
BI mencatat ekonomi Bali pada 2025 tumbuh 5,82 persen, naik dibandingkan 2024 sebesar 5,48 persen. Angka tersebut bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,11 persen dan menempatkan Bali sebagai salah satu dari lima provinsi dengan pertumbuhan tertinggi di Indonesia.
Meski demikian, BI mengingatkan Bali masih menghadapi tantangan serius akibat tekanan ekonomi global dan dinamika sektor pariwisata internasional. Karena itu, percepatan digitalisasi ekonomi dan sistem pembayaran menjadi salah satu fokus utama kepemimpinan baru BI Bali.
Destry menekankan penggunaan QRIS dan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah harus terus diperluas, baik di sisi penerimaan maupun belanja daerah. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, serta mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra menegaskan Bali tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga identitas budaya dan keberlanjutan lingkungan.
“Bali harus tumbuh menjadi daerah yang maju secara ekonomi, namun tetap menjaga identitas, budaya, dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Ia berharap kepemimpinan baru BI Bali mampu memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menghadapi gejolak ekonomi global yang semakin kompleks. BWN-03


































