Tahap Coklit Sudah 100%, Data Pemilih Meninggal Tidak Dicoret

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Tahapan Pemilihan Kepala Daerah Bali, saat ini proses pencocokan dan penelitian data pemilih (coklit) sudah rampung 100%. Namun demikian, Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, dalam jumpa pers Kamis 18 Juli 2024, mengatakan masih ada nama pemilih yang sudah meninggal dan tidak dicoret dari daftar pemilih.

Hal ini, sambung Lidartawan, karena mereka yang sudah meninggal tapi belum punya akte. “Maka secara de jure apa namanya secara aturan di PKPU tentang pemutahiran data pemilih ini tidak boleh dicoret, ya karena sebelum ada bukti bahwa orang yang bersangkutan itu meninggal dikuatkan dengan akte ataupun surat keterangan yang disampaikan secara massal oleh kepala desa atau lurah atau sebutan lainnya itu maka kami tidak boleh mencoret karena ada dasar hukumnya,” tandasnya.

Baca Juga:  Sidang Dugaan Korupsi Masker, Para Saksi Sebut Ada Arahan dari Mas Sumantri

Maka semua data-data tersebut akan berikan kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan minta apa saja yang harus dipersiapkan untuk bisa mengeluarkan akte, itu supaya yang meninggal sah meninggal. “Jadi saya perintahkan PPK dan PPS untuk mengawali itu. Karena sering juga data-data itu dibiarkan begitu saja dan selalu muncul tiap tahun, tapi orang luar selalu menyalahkan KPU dalam proses ini padahal kita sudah beberapa kali bilang ini meninggal, tapi karena tidak diproses, namanya ya pasti muncul lagi di Jakarta tidak akan terhapus,” tukasnya.

Baca Juga:  Kanwil DJP Bali Raih 100,48% Penerimaan Pajak, Terbesar dari PPh

Persoalan lainnya adalah sejumlah pemilih pemula yang datangnya belum muncul, karena seharusnya sudah memiliki KTP, tapi belum. “Kami sudah kumpulkan juga datanya dan akan mendorong Disdukcapil untuk jemput bola ke masing-masing desa nanti dikumpulkan di desa-desa. Misalnya akan dibuat jadwal tanggal sekian desa apa dilakukan perekaman sehingga dipastikan seluruh yang mempunyai hak pilih tetapi belum memiliki Nik, akan terakomodir,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan ada juga temuan di kabupaten/kota ada yang orangnya sama Nik-nya beda, ada orangnya berbeda Nik-nya sama. Makanya apa yang selalu dibilang single identity number itu tidak seratus persen benar sekarang terbukti, komputer boleh canggih tapi man behind the computer itulah yang menentukan,” tukasnya.

Baca Juga:  40 Persen Kasus Positif Covid-19 di Denpasar ber-KTP Luar Denpasar

Selain itu Lidartawan terus mendorong Green selection dengan meniadakan baliho yang sudah sangat marak. “Saya menghimbau pemilih untuk memilih pemimpin yang peduli dengan kelestarian lingkungan. Sampah baliho Pilpres kemarin saja belum bisa kita atasi, kalau sekarang baliho terus menjamur, sudah pasti akan merusak lingkungan,” tukasnya sembari mengatakan pemilih sudah tidak suka disuguhi baliho karena tidak dapat menilai kualitas calon dari melihat baliho saja. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR