Mangupura, baliwakenews.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, mampu berhemat dengan menghasilkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) tahun 2022 sebesar Rp 1,095 triliun lebih. Kelebihan dana ini, diharapkan dapat mewujudkan program-program mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Badung, tidak hanya untuk penyertaan modal di Bank Pembangunan Daerah (BPD). Hal itu diungkapkan Wakil Ketua I DPRD Badung, Wayan Suyasa saat ditemui dalam Rapat Paripurna Dewan, belum lama ini.
Menurut Ketua DPD Partai Golkar Badung Silpa semestinya dikembalikan kembali kepada masyarakat dalam bentuk program.
“Bagi saya orientasi pertama bukan harus penyertaan saja, kita sudah cukup tinggi di BPD melebihi provinsi (Bali -red). Sekali lagi, mendingan diberikan kepada masyarakat lewat program-program yang menyentuh kepada masyarakat Badung secara menyeluruh,”ujarnya.
Politisi asal Desa Penarungan, Mengwi ini juga menegaskan dana Silpa tidak dimanfaatkan untuk mensejahterakan golongan tertentu. Dengan begitu masyarakat Badung merasakan dampak dari adanya dana tersebut. “Kalau riil ada (Silpa) dikembalikan ke kepentingan masyarakat sacara umum masyarakat Badung inget itu, bukan masyarakat golongan. Artinya masyarakat Badung sejauh mana bisa diberikan program-program,” tegasnya.
Sebelumnya, Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta menyebutkan masih ada sejumlah program yang harus dipertimbangkan dengan dana Silpa. Salah satunya, lrogram Angelius Bhuana, yang memberikan bantuan kepada masyarakat di kabupaten /kota di Provinsi Bali. “Tetap ini harus berjalan, karena ketika kami memiliki Program Angelus Bhuana, itu artinya kita berbagi dari Badung untuk Bali. Regulasinya pun jelas,” katanya.
Bahkan, bupati asal Desa Pelaga, Petang ini mengatakan program Angelus Bhuwana untuk meringankan beban dari masyarakat yang ada di luar Kabupaten Badung. Tak hanya itu, pihaknya menegaskan program ini akan berlanjut hingga ke luar Provinsi Bali. “Termasuk di luar Pulau Bali. Ada nanti di Kutai, Jogjakarta, ada juga nanti di Papua, ada juga di Jawa Timur,” ucap Bupati dua periode ini.
Giri Prasta menerangkan akan memberikan bantuan setiap menerima permohonan dan undangan. Sedangkan, untuk fokus pembangunan, pihaknya kembali menegaskan tidak akan melanggar komitmen yang dimiliki. “Apalagi kalau Giri Prasta diundang atau diminta, kalau misalkan saya diundang saya tidak datang jelek. Kalau saya diminta, dimohonkan tidak diberi jelek juga. Kalau saya tidak diminta tidak diundang sudah barang tentu saya tidak kasi dong. Tetapi kalau saya diundang, dimohonkan, wajib. Toh juga pelaksanaan pembangunan ini masih panjang,”terangnya. BWN-05































