Mangupura, baliwakenews.com
Keberhasilan Bali membangun sistem keselamatan di kawasan pariwisata menarik perhatian dunia. Sebanyak 11 delegasi dari empat negara anggota Pacific Alliance Chili, Kolombia, Meksiko, dan Peru mengunjungi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar untuk mempelajari pola penanganan bencana dan operasi penyelamatan yang diterapkan di Pulau Dewata, Rabu (22/7/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari Indonesia-Pacific Alliance Workshop on Disaster Resilient Tourism Destinations yang diselenggarakan Kementerian Sekretariat Negara bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Luar Negeri. Bali dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena dinilai mampu mengembangkan sektor pariwisata yang sejalan dengan aspek keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Rombongan diterima Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, beserta jajaran. Dalam kesempatan itu, para delegasi mendapat pemaparan mengenai sistem kerja Basarnas Denpasar, mulai dari mekanisme koordinasi, penanganan keadaan darurat, hingga berbagai operasi penyelamatan yang pernah dilakukan di gunung, pantai, maupun perairan Bali.
Berbagai dokumentasi misi penyelamatan yang ditampilkan mendapat apresiasi dari para peserta. Perwakilan Kementerian Luar Negeri bahkan menyampaikan kebanggaannya karena kemampuan personel SAR Indonesia dapat diperlihatkan secara langsung kepada delegasi internasional.
Diskusi berlangsung interaktif. Delegasi banyak menggali informasi mengenai sinergi Basarnas dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, dan pelaku industri pariwisata dalam merespons berbagai kondisi darurat, terutama di destinasi wisata yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi penyelamatan di ketinggian di Tower Gedung Bayusuta, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Sebanyak 10 personel rescue memperagakan teknik lowering untuk menjangkau korban dari atas gedung, kemudian mengevakuasinya menggunakan sistem tali penyelamatan.
Demonstrasi yang berlangsung aman dan terkoordinasi mendapat sambutan meriah dari para delegasi. Bahkan, dua peserta dari negara anggota Pacific Alliance berkesempatan mencoba langsung teknik lowering di bawah pendampingan personel Basarnas.
Melalui kunjungan ini, para delegasi memperoleh gambaran mengenai sistem penyelamatan yang diterapkan di Bali sebagai destinasi wisata internasional. Selain menjadi ajang berbagi pengalaman, kegiatan tersebut juga memperkuat kerja sama dalam pengembangan destinasi pariwisata yang tangguh terhadap bencana dan memiliki sistem respons darurat yang andal. BWN-04
































